Remaja berinisial TA (18)

@Rayapos | Jakarta – Remaja berinisial TA (18) ditangkap polisi pada Jumat (14/9/2018) karena menjambret di jalan Kartina Ray, Kembangan, Jakarta Barat. Ia mengaku butuh uang untuk beli sabu.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra SIK MSi, membenarkan hal tersebut.

Baca juga:

DPRD DKI Tolak Penambahan Angggaran Bikin Waduk di Jakarta

Disangka Curi Start Kampanye, Jokowi Malah Tertawa

Sandiaga: Erick Thohir Nangis di Sebelah Saya

Ia mengatakan, perampasan yang dilakukan bandit jalanan ini terjadi pada saat Dick Adi Santoso (korban) pulang kerja menumpang dengan mobil temannya, Kamis malam (13/9/2018).

Saat turun di Jalan Kartika dan akan memesan ojek online, tiba-tiba datang 1 unit sepeda motor Honda Scoppy yang dikendarai tersangka langsung merampas handphone korban.

Setelah kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Kembangan

“Modus tersangka ini melakukan perampasan dengan cara memepet korban dan langsung merampas handphone korban,” ujarnya.

Berdasarkan laporan korban, anggota reskrim langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui berjumlah empat orang. Tak butuh waktu lama, Dimitri yang memimpin langsung berhasil menangkap pelaku

“Kita tangkap tersangka (TA) di dekat lokasi kejadian,” tutur Dimitri

Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku yang berhasil melarikan diri. Ketiga pelaku tersebut diketahui dengan nama Ade, Nuzul alias Malih, dan Rizki Agustian alias Cemple

Dari tangan tersangka TA, petugas menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit Handphone merek Xiomi Type M1 A1 warna gold berikut hard casing warna biru, dan 1 unit sepeda motor warna Honda Scoopy warna Hitam Merah ( yang digunakan oleh pelaku )

“Kita masih memburu ketiga pelaku lainnya. Kami sarankan agar menyerahkan diri, apabila tidak dihiraukan kami akan melakukan tindakan tegas terukur. untuk tersangka TA kita jerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan,” ujarnya.

BAGIKAN