Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mulai menertibkan reklame tak berizin. Penertiban reklame pertama dilakukan pada satu titik reklame di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, milik PT Warna Warni Media.

Penertiban dilakukan karena pemilik bangunan reklame telah habis masa Izin Mendirikan Bangunan – Bangunan Reklame (IMB – BR). Serta belum membayar pajak yang sudah jatuh tempo per 31 Agustus 2018.

Baca juga:

Berkaca Pilkada DKI, Begini Cara Sandiaga Kuatkan Mental Relawan

Kartu Kredit Orang Amerika dan Jepang Dibobol Remaja Jatim

“Pada hari ini kita memulai sebuah langkah baru, dan penertiban ini dimulai dengan penertiban reklame yang kebetulan secara lokasi di Jalan Rasuna Said di samping kantor KPK RI. Mulai hari ini akan dipasangan tanda (peringatan) di seluruh reklame yang melakukan pelanggaran,” kata Anies, Jumat (19/10/2018).

Dia menegaskan, penertiban ini juga menjadi pesan untuk semua pihak jika pihaknya tidak lagi memberikan toleransi bagi pelanggar reklame di Jakarta.

“Apakah DKI tidak khawatir akan kekurangan PAD? Insya Allah, DKI akan punya sumber-sumber PAD yang taat pada hukum dan taat dengan ketentuan,” tegasnya.

Sebelum melakukan penertiban dengan Anies sempat memimpin apel bersama,
KPK RI, Kepolisian, dan Kejaksaan. Ketiga instansi pemerintah ini pun ikut menyaksikan pemasangan spanduk penanda peringatan pada bagian reklame sepanjang 16 meter.

Spanduk tersebut bertuliskan ‘Pelanggar Pasti Ditindak, Dukung Jakarta Tertib Reklame – PT Warna Warni Media Melanggar Perda No.9 /2014 Tentang Pelenggaraan Reklame. Untuk pembongkaran rencanya bakal dilakukan pada Jumat malam.

BAGIKAN