Kate Spade (Foto: Bebeto Matthews/AP)

@Rayapos | Jakarta – Kabar meninggalnya desainer Kate Spade membuat dunia fesyen geger. Pasalnya, selama ini ia tak pernah menunjukkan tanda-tanda sedang mengalami masalah besar. Bahkan dua pekan sebelum Kate ditemukan meninggal, ia sempat berkunjung ke sekolah asrama putrinya Frances Beatrix saat hari kunjungan sekolah.

“Itu sudah dua minggu lalu,” kata sang sumber kepada The Daily Beast.

“Saya tak percaya kalau dia berkeliling ke sekolah, berkomitmen untuk hal itu, dan dalam waktu dua minggu dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.” tambahnya.

Kate Spade yang dikenal sebagai desainer tas dengan ciri khas unik dan penuh warna itu, menghembuskan nafas terakhirnya Selasa, (5/6) pagi waktu Amerika Serikat. Kate Spade diduga meninggal akibat bunuh diri di apartemennya di New York, Amerika Serikat. Ia meninggal dalam usia 55 tahun.

Ungkapan duka cita pun membanjiri lini masa media sosial. Selebriti yang menyukai karya-karya Kate Spade dan juga kawan-kawan desainer serta orang di industri fesyen pun mengungkapkan rasa kehilangannya.

“Saya sangat sedih mendengarnya. Ini sangat menyedihkan,” kata Kelly Cutrone, publisis fesyen terkenal yang juga kawan Spade.

“Industri ini endemik dengan bunuh diri, bangkrut, depresi, dan kecanduan. Proporsinya bahkan cukup tinggi,” kata perempuan yang pernah menjadi juri America’s Next Top Model ini.

“Ini adalah alasannya mengapa banyak orang-orang kreatif itu hidup sendiri. Ini sangat menyedihkan. Saya baru saja berkata pada asisten saya,’Berapa kali kita menganggap ini tahun keberhasilan?”

Cutrone mengungkapkan bahwa Kate Spade adalah seorang pengubah keadaan di dunia industri tas tangan.

Robert Verdi, stylist sekaligus sosok di televisi fesyen mengungkapkan bahwa Kate Spade berhasil membalikkan keadaan. Dia setuju dengan ungkapan Cutrone.

“Semua label dan merek ‘warisan’ bukanlah orang Amerika, mereka Eropa. Tapi dia membalikkan industri ini. Dia maju lebih jauh di bandingkan perusahaan lain.

“Dia berhasil di semua level. Sangat tragis untuk dipikirkan bahwa di bawah bisnis yang luar biasa yang menjadi sebuah label terkenal ini ternyata sangat menyedihkan dan diliputi awan gelap,” kata Verdi.

“Apa yang ada di kepalanya di menit-menit terakhir dalam hidupnya? Untuk merasakan kesendirian dan kegelapan dibandingkan dengan keindahan dan kemewahan dari label, yang notabene merupakan label yang ceria.”

Kate Spade (Foto: Getty Images)
Kate Spade (Foto: Getty Images)

Kate Spade lahir dengan nama Katherine Noel Brosnahan pada 24 Desember 1962 di Kansas City, Missouri. Pada 1985, setelah meraih gelar di bidang jurnalisme, dia sempat terjun ke majalah fesyen Mademoiselle di New York.

Setelah lima tahun berkecimpung dalam dunia jurnalisme dan fesyen, Spade sempat menjadi editor mode senior. Namun, pada 1991, Spade memutuskan mundur dari Mademoiselle untuk merintis lini fesyennya sendiri.

Spade memulai debutnya dengan merancang tas pada 1993. Pada awalnya, dia merancang enam siluet tas yang menggabungkan bentuk ramping dan pilihan warna-warni dengan cara yang baru. Saat itu, lahirlah merek Kate Spade New York dengan lambang ‘sekop’.

Logo rancangan Kate Spade (Foto: Getty Images)
Logo rancangan Kate Spade (Foto: Getty Images)

Pada 1996, Spade mendapatkan penghargaan America’s New Fashion Talent in Accessories oleh Dewan Perancang Mode Amerika. Penghargaan itu diberikan untuk menghormati desain klasik tas Spade.

Produk-produk Spade pun meluncur di gerai ritel ternama high-end seperti Bloomingdale’s, Saks Fifth Avenue dan Neiman Marcus. Perkembangan bisnis yang dijalankan Spade dan suami berkembang cepat. Perlahan merek tas ini mengembangkan produk fesyen lainnya dari mulai kacamat, sepatu hingga aksesoris lainnya. Penjualannya pun mulai merambah 450 toko di seluruh dunia.

Namun sejak tahun 1999, ia sedikit demi sedikit melepas usahanya dengan menjualnya kepada Neiman Marcus Group yang pada 2006 dijual kembali ke Fifth & Pacific.

Kate Spade (Foto: Getty Images)
Kate Spade (Foto: Getty Images)

Pada tahun 2016, Spades, bersama dengan teman lama mereka, Elyce Arons dan perancang sepatu Paola Venturi, meluncurkan usaha mode baru mereka, Frances Valentine.

Tahun itu juga memperkenalkan produk-produk bertema Minnie Mouse, popularitasnya membuat tas baru Minnie, aksesoris telepon dan perhiasan di tahun 2017.

Spade telah menikah dengan Andy Spade pada 1994 dan memiliki anak, Frances Beatrix Spade pada Februari 2005.

BAGIKAN