Situasi di Anyer, akibat diterjang tsunami. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengumpulkan data dampak tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Minggu (23/12) lalu. Total ada 429 orang meninggal dunia dan 16.082 orang mengungsi.

Data terbaru dampak tsunami Selat Sunda di sampaikan Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (25/12/2018). Berikut data total dampak tsunami:

Korban:
– 429 Orang meninggal
– 1.485 Luka-luka
– 154 Orang Hilang
– 16.082 Orang mengungsi

Kerusakan:
– 882 Unit rumah rusak
– 73 Penginapan rusak
– 60 Warung rusak
– 434 Perahu dan kapal rusak
– 24 Kendaraan roda 4 rusak
– 41 Kendaraan roda 2 rusak
– 1 Dermaga rusak
– 1 Shelter rusak

Berikut data detail per daerah:

Pandeglang

Korban:
– 290 Orang meninggal
– 1.143 Orang luka-luka
– 77 Orang Hilang
– 14.395 Orang mengungsi

Kerusakan:
– 443 Unit rumah rusak
– 69 Hotel rusak
– 350 Perahu dan kapal rusak
– 24 Kendaraan roda 4 rusak
– 41 Kendaraan roda 2 rusak

Serang

Korban:
– 29 Orang meninggal
– 62 Luka-luka
– 68 Orang Hilang
– 83 Orang mengungsi

Kerusakan:
– 40 Unit rumah rusak

Pesawaran

Korban:
– 1 Orang meninggal
– 1 Orang luka-luka
– 231 Orang mengungsi

Kerusakan:
– 53 Rumah rusak berat
– 82 Rumah rusak ringan
– 14 Perahu rusak

Lampung Selatan

Korban:
– 108 Orang meninggal
– 279 Orang luka-luka
– 9 Orang hilang
– 1.373 Orang mengungsi

Kerusakan:
– 302 Rumah rusak berat
– 200 Unit bangunan terdampak

Tanggamus

Korban:
– 1 Orang meninggal

Kerusakan:
– 4 Rumah rusak
– 4 Penginapan rusak
– 70 Perahu rusak
– 1 Dermaga rusak
– 1 Shelter rusak

Masa Tanggap Darurat:

1. Pandeglang: 14 hari (22/12/2018-04/01/2019)
2. Lampung Selatan: 7 hari (23/12/2018-29/12/2018)

BAGIKAN