Aloysius Bayu Rendra Wardhana ketika masih segar. Kini jasadnya pun berserakan di tanah lokasi ledakan. Foto: Facebook

@Rayapos | Surabaya – Ada pahlawan gugur di bom Surabaya. Namanya Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Relawan keamanan di Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Ngagel Madya, Surabaya. Dia mempersempit areal ledakan bom.

Akibatnya, bom bunuh diri yang melekat di tubuh dua pemotor (berboncengan) meledak. Menghancurkan dua pelaku. Juga menghancurkan tubuh Bayu, meledak berserpih-serpih, tanpa bekas.

Tapi, akibat hadangan Bayu terhadap pemotor pelaku bom bunuh diri, areal ledakan dipersempit. Sehingga banyak orang yang berada di pintu gereja hanya terluka ringan.

Ini dikisahkan saksi mata, petugas keamanan gereja tersebut, Hermantyo Dwi, yang saat kejadian berada di dekat lokasi. Semua detil kejadian disaksikan Hermanto.

Diturukan Hermanto, Bayu Rendra adalah koordinator relawan keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB).

Sesaat sebelum kejadian Bayu Rendra diketahui menghadang motor yang digunakan teroris untuk masuk ke dalam gereja.

Saat dihadang Bayu itulah, teroris itu meledakkan diri. Tubuh Bayu hancur tak bersisa. Seandainya Bayu tidak mencegatnya, motor bakal nyelonong ke dekat pintu gereja. Padahal, banyak orang di dekat pintu.

Inilah videonya:

Baca Juga:

Berikut ini fakta-fakta tentang Bayu Rendra, sang pahlawan.

1. Pengorbanan Bayu

Jika tak dihalau oleh Bayu, korban di gereja kemungkinan akan bertambah besar. Karena motor pelaku melaju kencang, kemudian terhenti karena dihadang Bayu.

Diketahui, saat itu pelaku naik sepeda motor berboncengan (dua lelaki remaja) dan langsung belok kiri masuk ke halaman gereja.

Namun dihalau oleh Bayu agar pelaku bergerak ke arah tempat parkir.

“Maunya terus ke depan gereja. Tapi dihalau ke kiri oleh Bayu, ke arah parkir motor. Saat itulah bom meledak,” ungkap salah seorang penjenguk korban ledakan di Rumah Sakit Bedah Surabaya.

Bayu juga disebut berada di titik terdekat dengan pelaku bom bunuh diri.

Para jemaat gereja tidak tahu kondisi Bayu saat ini. Namun dipastikan Bayu menjadi korban bom dan meninggal dunia. Tubuhnya hancur, berserakan tak bersisa.

“Kalau tidak dihalau ke kiri, mungkin pelaku sudah meluncur masuk ke dekat gereja dan korban semakin besar,” tambah penjenguk yang menolak namanya disebutkan.

2. Aktivis gereja

Bayu tercatat sebagai aktivis gereja sekaligus jemaat yang taat.

Atas pengorbanannya, Bayu dinobatkan sebagai pahlawan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya.

“Mas Bayu sudah dianggap pahlawan bagi umat gereja sini (Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, red),” kata Hermanto Dwi, teman Bayu yang petugas keamanan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya.

Hermanto melanjutkan: “Karena kalo pelaku tidak dihadang Mas Bayu, mungkin kejadiaannya beda lagi. Karena itu mau mendekat pintu gereja yang ramai jemaat,” ungkapnya.

Sehingga disimpulkan, bahwa Bayu jadi martil. Walaupun mungkin dia sendiri tidak tahu bahwa pemotor tersebut membawa bom.

3. Sosok yang baik dan bertanggungjawab

Menurut Hermanto, Bayu dikenal sebagai sosok yang sangat baik, dan penuh tanggung jawab. Utamanya pada seluruh enggota keamanan gereja, Bayu sangat perhatian.

“Baik banget, sangat perhatian pada tim keamanan Gereja sini. Orangnya juga sangat disiplin,” ungkap Hermanto yang sudah mengabdikan dirinya menjadi petugas keamanan sejak empat tahun lalu.

Ditambhakannya, Bayu selalu hadir pagi, menjelang semua jemaat datang untuk memastikan tim keamanan bekerja dengan baik.

“Disiplin, tiap minggu pagi dia selalu datang lebih awal. Dan baru pulang setelah ibadah selesai, sekitar pukul, 08.30 WIB,” terangnya.

Hermanto juga menyebut, Bayu sudah menjadi kepala keamanan sekitar dua tahun lebih. Selama itu Bayu dikenal sangat bertanggung jawab menjalankan tugasnya tersebut.

“Menjadi kepala keamanan sekitar dua tahunan, selama itu Maz Bayu sangat disiplin. Sebelumnya dia juga memang sudah aktif di gereja sini,” tutur Hermanto.

Bayu sudah mengabdikan dirinya di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, sejak masih kecil hingga sekarang. Bahkan, Bayu dikenal sebagai Muda-mudi gereja yang sangat aktif.

“Mas Bayu dari kecil sudah aktif di gereja sini, aktif menjadi muda-mudi katolik,” tambah Hermanto.

4. Hobi fotografi

Hermanto juga menyebut, Bayu juga dikenal sangat menyukai Fotografi.

“Dia juga sangat menyukai fotografi, mas. Sungguh sayang… orang baik seperti Mas Bayu harus pergi sangat cepat. Tapi bagi kami kepergian Mas Bayu menjadi pahlawan,” tegasnya.

5. Tinggalkan dua putera

Bayu meninggalkan dua putera. Putranya pertamanya berusia sekitar tujuh tahun dan putra keduanya berusia sekitar satu tahun.

Monic, istri korban, belum banyak berbicara kala dijumpai di rumah duka.

Hingga Minggu malam ini, rumah duka ramai dengan para sanak saudara. Mereka menantikan jenazah Bayu yang masih diotopsi di RS Bayangkara. (*)

BAGIKAN