Polisi menunjukkan parang yang digunakan penjambret MA melawan petugas. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Dua penjambret remaja MA (19) dan AF alias Botak (19) dibekuk tim dari Polsek Kembangan, Jakarta Barat. Mendadak, mereka melawan pakai parang 80 cm dan clurit.

Tak mau ambil risiko, polisi menembak mereka. Keduanya kena tembakan di kaki.

Meskipun nyawa polisi terancam dan kejadian itu, tapi polisi hanya menembak kaki tersangka. Sebab, dari wajah pelaku kelihatan masih remaja. Yang mungkin masih bisa dibina supaya tobat.

Dua penjambret ini tertangkap berkat laporan korban berinisial NKN. Tasnya berisi uang dan surat-surat dijambret MA dan Botak.

Ceritanya, NKN pulang kerja dan berjalan kaki di RT 03 RW 01, Jalan Raya Kembangan Utara, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat Selasa (11/9/2018).

NKN jalan ditemani rekannya yang menjadi saksi, SF. Korban tiba-tiba dihampiri dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor.

Kapolsek Kembangan, Komisaris Egman, kepada wartawan, Kamis (13/9/2018) mengatakan:

“Kedua pelaku ini berinisial MAA (19) serta AF alias Botak (19) dengan menggunakan celurit, pelaku memotong tali tas milik si korban hingga putus.”

Dia lanjutkan: “Kejadian sekitaran 19.30 WIB, Selasa (11/9/2018). Pelaku menggunakan motor bebek Satria FU B-4258-RB.”

Tas korban raib, terjambret. Korban lantas segera melapor ke kantor polisi. “Dalam 1×24 jam, pelaku berhasil ditangkap,” ujar Egman.

Menurut Egman, saat penangkapan dilakukan terhadap kedua pelaku di wilayah Kembangan, tepatnya di Taman RPTRA di depan SMPN 215 Meruya Utara, Rabu (12/9/2018) sore.

Ternyata kedua pelaku membawa senjata tajam. MA membawa parang sepanjang 80 Cm, Botak membawa clurit ‘penghabisan’ sepanjang 60 Cm.

Begitu polisi mendekat hendak meringkus, keduanya langsung mengeluarkan senjata tajam. Petugas mundur sambil mencabut senjata api.

Baca Juga:

Benarkah Prabowo Dukung Khilafah? Begini Pengakuannya

Tikaman Maut, Tembus Jantung Ella

Wah, Ozzy Albar Tertangkap Polisi Bersama Teman Wanita

Satu tembakan peringatan ke udara dilepaskan polisi. Tapi kedua pelaku bukannya menyerah.

MA malah mengayun-ayunkan parang. Sedangkan, Botak kabur sambil mengayun-ayunkan clurit agar tak ada orang mendekat.

Begitu MA mendekati petugas dengan parang, langsung petugas menembak kaki MA. Seketika MA lunglai.

Mendengar tembakan dan teriak kesakitan MA, Botak masih melarikan diri. Polisi memberikan tembakan, kena kaki. Keduanya lumpuh seketika.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan, IPTU Dimitri Mahendra mengatakan, dari penyidikan sementara diketahui dua pelaku ini sudah sering beraksi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Keduanya pelaku kerap melakukan aksi menjambret.

“Sebelum beraksi keduanya juga menggunakan tramadol supaya berani,” ucap Dimitri.

Selain para pelaku mengakui konsumsi tramadol, hasil tes urine membuktikan: Keduanya positif konsumsi Amphetamine dan Metaphetamine. Zat adiktif yang masuk kategori narkoba.

Apakah para pelaku menjambret untuk beli narkoba?

“Kami masih selidiki,” jawab Dimitri saat ditanya aksi kriminal yang dilakukan keduanya untuk membeli narkoba.

Tangkap Pencuri Motor

Kapolsek Kembangan, Kompol Egman, menjelaskan, anak buahnya selain meringkus dua penjambret itu, juga membekuk lima orang pencuri motor.

Hasil penyidikan sementara, lima maling motor itu adalah pencuri kendaraan bermotor (curanmor) selama Asian Games 2018.

Mereka adalah KF, AS, FDL, DH, dan GAW.

“Mereka komplotan curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan) dan curanmor yang tak segan-segan melukai korban. Aksi mereka berlangsung setiap malam di kawasan Kembangan.

Dari lima penjahat ini polisi menyita aneka senjata tajam, juga kunci untuk membobol motor.

Inilah barang bukti yang disita polisi dari komplotan pencuri motor.
Inilah barang bukti yang disita polisi dari komplotan pencuri motor.

“Tak hanya senjata tajam, softgun telah kami sita dengan lima unit sepeda motor hasil kejahatannya. Kasus ini masih dalami penyelidikannya,” kata Egman. (*)

BAGIKAN