Capture video yang disebarkan

@Rayapos | Jakarta – Polisi menangkap penyebar video hoax, SS alias Suhada Al Syuhada Al Aqse. Di video seolah-olah ada kerusuhan mahasiswa di depan Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/9/2018).

Video tersebut sempat viral di media sosial. SS tinggal di Jalan Muara II RT 005/005, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Oknum anggota organisasi masyarakat (ormas).

“Tersangka yaitu SS pekerjaan swasta. Anggota FPI,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/9/2018).

Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 01 tahun 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2).

Juncto Pasal 45A ayat (2) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE. Hingga kini, yang bersangkutan masih diperiksa intensif oleh polisi.

Baca Juga:

Tak Puas Diservis, Remaja Ini Bunuh PSK

Ada Prostitusi Terselubung, Anies Sidak Apartemen Kalibata City

Ditantang Debat Bahasa Inggris, Begini Jawaban Jokowi

Sebelumnya, beredar video seakan-akan terjadi kericuhan di sekitar Mahkamah Konstitusi, Jumat, 14 September 2018.

Padahal, kegiatan di depan MK tersebut merupakan simulasi pengamanan Pemilu 2019. Namun di media sosial beredar seakan-akan kericuhan benar terjadi.

Simak videonya di sini:

Video yang disebar sebenarnya bukan hoax. Memang ada simulasi kerusuhan yang terekam kejadiannya seperti itu.

Polisi mengadakan simulasi pengamanan jelang pemilu 2019 di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018). Hanya simulasi.

Tapi SS “menggoreng” video tersebut. Dia tulis, itu sebagai sebuah kerusuhan mahasiswa meminta Presiden Jokowi turun dari jabatannya. (*)

BAGIKAN