Digandeng Bima, Pejabat KPK Ini Pertimbangkan Masuk Parpol

@Rayapos | Bogor – Setelah digandeng calon petahana, Bima Arya sebagai Wakil Wali Kota dalam Pilkada Kota Bogor, mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Didie A Rachim mempertimbangkan masuk ke partai politik

“Belum memikirkan itu, intinya saya berkarir di lembaga negara lalu kemudian ada di Bogor. (Karena) ada kaitannya dengan parpol, saya akan pertimbangkan ke depan,” ungkap Dedie di Lampangan Sempur, Bogor, Minggu (7/1).

Baca JugaSambil Jogging, Bima Arya Kenalkan Calon Pendampingnya

Sejatinya, Dedie berasal dari kalangan non partai dan selama 13 tahun bertugas di KPK. Putra asli Bogor tersebut memilih mengundurkan diri dari jabatannya agar fokus dengan Bogor.

Saat ini kedua bakal calon tersebut telah mengenalkan dirinya kepada masyarakat sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota diusung dari sejumlah partai.

Setidaknya empat partai politik telah memberikan dukungan, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Golkar dan Nasdem. Masih ada dua partai pendukung lainnya yang akan ikut bergabung.

Menurut Dedie, dirinya belum memilih partai manapun yang telah mengusung pencalonan dengan Bima Arya. Tetapi sampai pada titik yang akan ditentukan, dia akan memberitahukan pilihannya.

“Saya akan tetap sebagaimana harapan Pak Bima. Saya dipilih karena saya berlatar belakang non partisan. Sampai dengan satu titik saya akan sampaikan. Tapi sekarang saya seperti yang sudah ada,” jelasnya.

Baca Juga : SBY Umumkan 17 Nama Cagub yang Didukung Demokrat Pada Pilkada 2018