Dijual Bayi di Instagram Rp 22,5 Juta Nego

Empat tersangka perdagangan bayi di Polrestabes Surabaya. Foto: JPNN

@Rayapos } Surabaya – Transaksi bayi berkedok adopsi, terungkap di Surabaya. Empat orang ditangkap. Ibu penjual bayi, pembelinya, serta dua perantara.

Penjualan bayi dilakukan online melalui akun Instagram @konsultasihatiprivat. Larisa (22) sudah beranak tiga. Si bungsu berusia 11 bulan yang dia jual. Harga 22,5 juta nego.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran dalam jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/10) mengatakan:

“Tersangka Larisa mengaku terbelit utang dan menawarkan bayinya. Temannya bernama Althon kemudian mendapatkan penawaran untuk bertemu calon pembeli bayi.”

Lewat akun instagram @konsultasihatiprivat, para tersangka saling bertemu dan melakukan transaksi.

Tersangka Larisa saat itu berkonsultasi lewat media sosial tersebut dengan admin akun IG, Althon Phinandita Prianto (26).

Dia menawarkan bayinya yang berusia 11 bulan untuk dicarikan orang tua adopsi.

Dari komunikasi tersebut, Larisa dan Althon kemudian menemui Ni Ketut Sukawati di kawasan Badung, Bali. Ni Ketut seorang bidan, yang sebelumnya sudah dihubungi Althon.

“Sesampainya di Badung, tersangka Ni Ketut Sukawati mempertemukan ibu bayi, Larisa, dengan tersangka Ni Nyoman Sirait selaku pengadopsi dan pembeli bayi,” jelasnya.

Larisa kemudian diminta membuat surat pernyataan penyerahan bayi di atas materai yang disetujui oleh ketiga belah pihak.

Namun ternyata transaksi itu disertai oleh uang tebusan dengan total Rp 22,5 juta.

Ni Nyoman Sirait selaku pengadopsi kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta kepada Larisa melalui perantara Althon.

“Uang ditransfer melalui ATM kepada penjual bayi. Kemudian Althon juga mendapatkan uang jasa sebesar Rp 2,5 juta dari tersangka pembeli bayi,” ujar Sudamiran.

Jadi, Larisa mendapat pembayaran Rp 15 juta dipotong jasa fee yang sudah diserahkan ke Althon Rp 2,5 juta.

Ni Nyoman Sirait juga memberikan uang kepada Ni Ketut Sukawati sebesar Rp 5 juta tanpa sepengetahuan tersangka lainnya.

Baca Juga:

Handoko Bunuh Isteri, Cekik Sampai Melet

Selain Mayorga, Ronaldo Diduga Perkosa Tiga Wanita Lain

Ratna Di-pingpong antara Ahoker dan Wowower

Saat ditangkap, Larisa mengaku menyesali perbuatannya karena berusaha menjual bayinya yang masih berumur 11 bulan tersebut.

“Saya menyesal. Saya terpaksa menjual anak saya karena banyak utang,” ujarnya sambil terisak saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Larisa mengaku putus asa akan keadaannya. Sebagai istri siri, dia harus menanggung kebutuhan hidup bersama tiga anaknya.

Masalah semakin bertambah karena ia terbelit utang jutaan rupiah akibat arisan online yang diikutinya.

“Tersangka kehabisan akal dan gelap mata setelah terlilit utang. Jadi dia berpikir menjual bayi yang baru 11 bulan dilahirkan,” ucap AKP Agung Widoyoko, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya kepada kumparan.

Namun kasus ini akhirnya terendus pihak kepolisian setelah mencurigai akun instagram tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 76F jo Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya hukuman minimal 3 tahun penjara dengan maksimal kurungan 15 tahun penjara,” tegas Sudamiran. (*)

BAGIKAN