Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan perombakan jabatan. Melalui Pergub pergub nomor 1.012 tahun 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Panitia Seleksi (Pansel) yang dikepalai Sekda Saefullah.

Pansel telah berhasil melantik sebanyak 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dua Pejabat Administrator, dan satu Pejabat Widyaiswara Ahli Utama yang mengalami rotasi dan mutasi dalam lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Berhembus kabar kepala satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu bakal dicopot dari jabatanya saat ini.

Baca juga:

Belum Merumput, Cristiano Ronaldo Bakal Diguyur ‘Bonus’ Rp719 miliar

Sandiaga Beberkan Prabowo Bertemu Puan, Besok dengan SBY

Menanggapi kabar tersebut, Yani meminta awak media untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada Sekretaris daerah DKI Saefullah selaku ketua Pansel.

Apalagi ia mengaku saat ini dirinya juga belum mendapatkan Surat kepusan (SK) dari pemangku jabatan tertinggi di DKI.

“Itu jangan ditanya ke saya, ditanyain ke pak sekda. Sampai sekarang engak ada SK,” kata Yani Saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta Selasa (16/7/2018).

Dengan gaya khas Betawi, Yani pun sesumbar, ia malah bertanya balik sosok yang bakal menggantikan dirinya. Apakah orang tersebut cocok memegang jabatan sebagai kepala Satop PP DKI atau tidak.

“Yang mau ganti siapa? terus orang yang mau gantiin siapa? saya lihat dulu orangnya gitu cocok apa kagak,” kata dia.

Kendati demikian, ia berkeyakinan bahwa dirinya tidak akan dicopot dari jabatannya bahkan ia menyebut hal tersebut hajyalah isu dan tidak benar.

“Belum tentu juga. Namanya isu tapi buktinya sekarangsaya masih nih. terus kalau saya diganti emang saya kenapa?? bagus? kalau bagus ya kenapa?,” tutupnya.

BAGIKAN