Dikor Ambon Fokus Tingkatkan Kualitas Guru SD dan SMP

@Rayapos | Ambon: Semenjak dialihkannya kewenangan sekolah lanjutan tingkat SMA dan SMK kepada Pemprov Maluku, maka Dinas Pendidikan Kota Ambon fokus pada peningkatan mutu guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama, kepada waratwan, di Ambon, Sabtu (28/1). ”Terhitung mulai tahun 2017 kewenangan guru SMA dan SMK di bawah pemprov, sehingga kita fokus untuk meningkatkan mutu guru SD dan SMP,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, jelasnya, maka pihaknya mulai fokus menyelenggarakan program yang berhubungan dengan pendidikan nasional, seperti peningkatan kompetensi guru, agar mutu guru di Kota Ambon semakin meningkat.

Menurutnya, hasil tes ujian kompetensi guru (UKG) tahun 2012 dan 2013, menempatkan Provinsi Maluku pada urutan ke-32 dari 33 provinsi se-Indonesia. Sehingga yang menjadi masalah saat ini adalah yang terjadi saat ini meningkatkan kompetensi dan daya saing guru di Kota Ambon yang masih rendah itu.

Dijelaskannya, hasil analisa menunjukkan bahwa ternyata masih terdapat kekurangan SDM guru, sehingga pihaknya harus menyusun berbagai program peningkatan kualitas dan profesionalisme guru. ”Salah satunya dengan memahami esensi dari Peraturan Menteri PAN-RB tentang jabatan fungsional guru dan angka kredit. Saya optimis mutu guru akan semakin membaik karena saat ini kita hanya menangani guru SD dan SMP,” jelasnya.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka 1.418 Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan hasil inventarisasi Personel, Pendanaan, Prasarana dan Dokumen (P3D) telah dialihkan ke Pemprov Maluku, termasuk di dalamnya guru pegawai dan pengawas.

Dari jumlah 1.418 ASN itu, tambahnya, guru SMA sebanyak 880 orang, SMK 387 orang, pegawai SMA 79, SMK 53 orang, pengawas SMA 12 orang dan pengawas SMK 7 orang. ”Kedudukan guru, pegawai dan pengawas SMA dan SMK akan diserahkan untuk dikelola oleh Provinsi Maluku, sehingga kedepan kita hanya mengelola SD dan SMP. Sedangkan manajemen, sarana dan prasarana maupun aset yang bergerak dan tak bergerak akan diserahkan kepada provinsi untuk dikelola termasuk 1.418 tenaga tadi,” pungkasnya.

Dengan demikian, timpalnya, pegawai Dinas Pendidikan bukan hanya guru tetapi staf tata usaha dan pengawas yang selama ini bernaung di Kota Ambon, juga akan dialihkan ke Provinsi Maluku. Dimana, jumlah sekolah SMA swasta dan negeri di Kota Ambon sebanyak 33 sekolah, sedangkan SMK 13.

Comments

comments

LEAVE A REPLY