Tanjung Lesung yang dilibas tsunami. Foto: Antara

@Rayapos | Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung habis dilibas tsunami. PT Jababeka Tbk memperkirakan, pembangunan kembali memakan selama 6 bulan.

Sebagaimana diketahui, sebagian bangunan di wilayah tersebut rusak disapu tsunami Selat Sunda.

CEO dan Founder PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, dalam konferensi pers di Menara Batavia, Jakarta, Senin (24/12/2018) mengatakan:

“Kalau semua dibangun ulang barangkali perlu 6 bulan. Tapi kita terus bangun pelan-pelan.”

KEK Tanjung Lesung dikelola anak usaha Jababeka, PT Banten West Java.

Setyono mengatakan, di kawasan itu ada sekitar 250 kamar hotel. Sebanyak 30% bangunannya rusak dilibas tsunami.

Akibat kerusakan itu paling tidak perusahaan menanggung kerugian sebanyak Rp 150 miliar. Tapi, kerugian itu sudah ditanggung asuransi.

“Itu diperkirakan kerugian terjadi saat ini Tanjung Lesung, dan peralatan dan santunan keluarga dan karyawan,” sambungnya.

Dia menjelaskan, tsunami akan berimbas pada turunnya jumlah pengunjung di Tanjung Lesung.

Baca Juga:

BMKG: Tsunami Akibat Geliat Gunung Anak Krakatau
Namun, dia tak menjelaskan secara rinci. Menurut Darmono, Tanjung Lesung akan tetap mendapat kunjungan terutama oleh para ahli.

“Dan seperti ini tidak bisa diharapkan pengunjung lama, berani datang lagi untuk berapa saat. Apalagi ini musim hujan,” ujarnya.

“Kita masih cari pengunjung yang beda. Mau belajar mengenai gempa, mau menolong gempa dan sebagainya,” tutupnya. (*)

BAGIKAN