Contoh Intermediate Treatment Facility

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta berencana menyiapkan pembangunan tempat pengelolaan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter. Rencananya peletakan batu pertama akan dimulai pada akhir 2018 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Isnawa Adji mengatakan, proyek tersebut bukanlah proyek yang memakan waktu sebentar. Lama pengerjannya sekitar dua tahun dari sekarang.

Baca juga:

Setelah Bertemu Prabowo Youtuber Ini Kaget, Simak Ceritanya

GP Ansor Tolak Keras Bendera HTI Disamakan dengan Bendera Tauhid

“Jadi kalau sekarang 2018 dari 2019 mulai baru selesai 2021,” kata Isnawa di Balaikota DKI, Rabu (24/10/2018).

Meskipun bakal memiliki tempat pengelolaan sampah sendiri, kerjasama antara Pemprov DKI dan Bekasi masih terus berlanjut, yaitu kerjasama pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagai tempat pembuangan sampah terakhir.

Selain itu ITF sunter ini hnya bisa menampung. 2.000 ton sampah perhari, sedangkan jumlah sampah di DKI Jakarta berkisar 8.000 ton setiap harinya.

Isnawa berpendapat, di tahun 2021 volume sampah bakal meningkat drastis. Menurutnya saat ini yang terpenting adalah voleme sampah di DKI Jakarta sudah pasti meningkat drastis dari jumlah saat ini.

“Yang penting pengurangan sampah pada sumbernya. Misalnya kalau Jakarta punya ITF disunter dengan 2200 ton perhari sekarang sampahnya jadi kisaran 7.000an ton kan itu sekarang tapi kalau ITFnya baru selsai 2 tahun lagi kan Enggak tahu mungkin bukan 7.000 lagi mungkin bisa 7500 atau 8000,” pungkasnya.