Dinkes: Penderita DBD Kota Kupang Meningkat

@Rayapos | Kupang: Dinas Kesehatan Kota Kupang menyatakan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang mulai menunjukkan peningkatan dalam dua pekan terakhir dan hingga kini telah mencapai 17 penderita.

“Padahal dalam paruh waktu hingga 19 Januari lalu masih delapan kasus, dan hari ini sudah menjadi 17 penderita, ada kenaikan yang cukup mengkhawatirkan,” kata Staf Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih, di Kupang, Rabu (25/1).

Dia mengatakan, para penderita positif mengidap penyakit DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ‘Aedes aegypti’ dan kini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di daerah ini.

Ia berharap adanya kewaspadaan semua pihak termasuk masyarakat untuk menghadapi ancaman penyebaran DBD itu.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan akan melakukan sejumlah tindakan antisipatif dalam rangka pencegahan dan penyebaran penularan penyakit tersebut, yaitu dengan fogging fokus di lokasi yang telah terdapat pasien positif DBD.

“Ini dimaksudkan agar tidak telanjur mewabah karena berkembang biak nyamuk pembawa virus dengue penyebab DBD tersebut di lokasi itu,” katanya lagi.

Penyediaan bubuk abate di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu di seluruh wilayah ini harus diakses warga secara proaktif, agar bisa melindungi rumah tangga dari kemungkinan mewabah penyakit tersebut, kata dia pula.

pola gerakan 3M Plus yaitu mengubur, menguras dan menutup segala bentuk sampah dan tempat air serta menambur abate di setiap tempat air yang akan dimanfaatkan di rumah, demi menjaga kemungkinan berkembang biak jentik nyamuk tersebut.

“Perlu gerakan bersama di tempat tinggal masing-masing saat musim hujan ini. Bubuk abate bisa diperoleh di puskesmas dan puskesmas pembantu secara gratis,” katanya lagi.

Dia menjelaskan, pada setiap musim hujan seperti saat ini akan rentan dengan muncul penyakit akibat perubahan suhu lingkungan. Ada beberapa jenis virus dan bakteri yang mudah berkembang biak karena perubahan suhu, sehingga manusia rentan terinfeksi beberapa jenis penyakit pada musim ini.

Sejumlah penyakit itu, antara lain diare yang ditandai buang air besar cair berkali-kali sebagai akibat dari bakteri yang menginfeksi saluran usus.

Penyakit itu berpotensi muncul di musim hujan karena sumber-sumber air minum tercemar akibat banjir, katanya lagi.

Ketika terjadi banjir, biasanya sarana dan prasarana air yang terbatas akan tercemar, karena kebersihan sarana tersebut kurang terjaga.

Ia mengingatkan cara efektif mencegah penyakit diare adalah dengan mencuci tangan memakai sabun setiap akan makan dan minum serta sehabis buang hajat, merebus air minum hingga mendidih, serta berupaya menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal.

“Karena itulah perlu pola 3M Plus yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tampungan air dengan rapat serta menambur bubuk abate,” katanya pula. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY