Dirut Pertamina yang baru miliki tugas berat untuk ciptakan sinergitas dan soliditas

Terpilih setelah tarik ulur yang alot. Dirut Pertamina yang baru, Elia Massa Manik mengemban tugas mahaberat (Foto: TEMPO.CO)

@Rayapos.com | Jakarta: Direktur Utama Pertamina yang baru saja ditunjuk, Elia Massa Manik, menyatakan sudah mengetahui perihal penunjukkan dirinya dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak dipanggil oleh Presiden Joko Widodo, dalam proses penunjukkan sebagai orang nomor satu di perusahaan pelat merah tersebut.

Adapun Elia terpilih setelah menyisihkan sejumlah kandidat, dalam sebuah proses pemilihan yang sarat dengan kepentingan. Namanya dikukuhkan setelah tarik ulur di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Saya tidak dipanggil Presiden, saya hanya dipanggil Menteri BUMN Jumat kemarin. Itu saja prosesnya,” ujar Elia saat konferensi pers usai RUPS Pertamina di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut sejumlah pengamat, Elia merupakan sosok yang tepat untuk menahkodai Pertamina jika dilihat dari pengalaman dan rekam jejaknya selama ini.

Elia dianggap dapat memenuhi kebutuhan Pertamina dalam menjaga soliditas dan terus meningkatkan kinerja perusahaan.

“Tidak ada alasan khusus (pemilihan Elia), kami memilih yang terbaik,” ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey, dan Konsultan Kementeian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo , seperti dilansir dari katadata.com.

Elia memikul tanggung jawab maha berat karena harus membawa Pertamina menjadi sebuah BUMN yang solid. Pasalnya, pejabat sebelum Elia diberhentikan secara mendadak lewat Rapat Umum Pemegang Saham Istimewa, karena dianggap tidak kompak dalam memimpin.

Dwi Soetjipto waktu itu menjabat sebagai Direktur Utama dan Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama, dinilai tidak sinergis sehingga memunculkan dugaan bahwa ada matahari kembar di tubuh Pertamina.

Elia harus bisa menggerakkan jajaran direksi Pertamina agar saling sinergi, solid dan total dalam mengembangkan perusahaan. Elia dianggap telah bisa menjalankan fungsi tersebut saat menjadi Dirut Holding BUMN Perkebunan.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan, naiknya Elia berdasarkan usulan internal Kementerian BUMN.

“Usulan dari Kementerian BUMN. Kan ini (Elia) dari BUMN (PTPN),” demikian Tanri menegaskan.

Comments

comments