Presiden Joko Widodo (kanan) (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

@Rayapos | Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituding mencuri start kampanye karena penayangan iklan hasil kinerja pemerintahannya di bioskop. Dia malah tertawa menanggapi kritik tersebut.

“Itu memang tugas Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) menginfokan apa yang sudah dikerjakan pemerintah, yang belum, dan yang akan,” kata Jokowi di Bogor, Jumat (14/9/2018).

Baca juga:

Tiga Mucikari Jual Gadis Gadis 16 Tahun di Facebook Rp 1,5 Juta

Pemprov DKI Libatkan Kota Penyangga untuk Kurangi Pencemaran Kali

Sandiaga: Erick Thohir Nangis di Sebelah Saya

Maka dari itu, Jokowi meminta masyarakat agar tidak terpengaruh trik politikus yang sengaja membawa isu Pilpres hingga Pilkada dalam waktu yang lama.

“Ini negara yang besar. Jangan lupakan itu. Jangan sampai karena pemilihan bupati, pemilihan gubernur dan pilpres kita jadi terpecah. Rugi besar. Sudahlah kalau ada Pilkada, wali kota, bupati, gubernur, lihat yang paling baik coblos. Pilpres yang paling baik coblos. Tapi rukun kembali,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kondisi yang terjadi belakangan ini, masih ada pihak-pihak yang membawa soal Pilpres 2014 lalu hingga saat ini.

“Jangan dibawa-bawa tiga tahun, empat tahun masih dibawa urusan pilpres, pilkada. Pintarnya politikus di situ mempengaruhi tapi jangan kita terpengaruh dalam waktu cukup lama karena berbahaya bagi negara ini,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, jika masyarakat mau bersatu meski banyaknya perbedaan dapat membuat kemajuan bagi bangsa.

“Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan, nggak ada yang lain. Sekali lagi berbeda agama, adat, tradisi, suku, bahasa itu kelihatan kalau pas saya 17 Agustus perayaan HUT Kemerdekaan, saya undang ke Istana wajib pakai pakaian daerah baru kelihatan betapa beratus-ratus perbedaan pakaian adat masing-masing yang sangat kontras. Baru kerasa langit Indonesia beda-beda. Ini jdi kekuatan kalau kita bersatu, rukun,” jelasnya.

BAGIKAN