Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto

@Rayapos | Jakarta – Tawuran pelajar kembali terjadi di Jakarta. Untuk mengatasi hal ini terulang, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bakal memberi sanksi kepada sekolah yang siswanya terbukti terlibat tawuran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, sanksi yang diberikan adalah potong poin yang otomatis menurunkan kinerja sekolah tersebut.

Baca juga:

Wow, Ridwan Kamil akan Sulap Kali Malang Jadi Mirip Sungai di Korsel

Kawasaki Bakal Luncurkan Ninja 125cc, Begini Spesifikasinya

23 Tusukan, Habisi Hidup Janda Cantik Ini

“Ketika mereka ada muncul dikasus tawuran, variabel kinerja sekolah turun. Kalo kinerja turun, tunjangan yang diterima kepala sekolah dan para guru turun juga,” kata Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ia memaparkan, saat ini Dinas Pendidikan DKI menerapkan sistem reward and punishment kepada semua sekolah di wilayah Jakarta. Namun sanksi dan pengharagaan itu hanya sebatas pemberian dan pemotongan tunjungan kepada sekolah.

“Ketika kemarin mereka pada olimpiade sains nasional, ketika mereka juara umum tingkat nasional, variebel kinerja mereka juga naik. Jadi kita ada sistim reward dan Punishment,” katanya.

“Mereka melanggar mereka mendapatkan sangsi mereka berperstasi mereka mendandapatkan pengharaagan,” tambahnya.

Dikabarkan pada Kamis 6 Sepetember kemarin, tawuran pelajar kembali terjadi di Jakarta Selatan, hingga menewaskan satu pelajar SMK berinisial AH.

AH menghembuskan nafas terakhirnya usai tawuran antara SMAN 32 Jaksel dan SMK Muhammadiyah Jakbar di Jalam R. Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombespol Indra Jafar mejelaskan pelaku berinisial IA yang merupakan alumnus dari SMAN 32 Jakarta Selatan.

Para alumni mengajak adik-adik kelasnya untuk tawuran melalui saluran whats up.

Kini IA masih dalam pengejaran kepolisian Metro Jaksel.

“Di yang mengajak teman-teman yang lain yang saat ini menjadi para pelaku, diajak kemudian mereka menunggu lalu lewat WA mereka janjian bertemu di tempat itu,” kata Indra.