Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno. Foto: Dok Irnews

@Rayapos | Jakarta – Turis Inggris penampar petugas Imigrasi kini ditahan polisi. “Beliau akan dideportasi dan masuk daftar tangkal,” kata Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno kepada wartawan, Kamis (2/8/2018).

Seperti diberitakan, turis Inggris Auj-e Taqaddas (42) menampar petugas Imigrasi, Ardyansyah (28) di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Sabtu (28/7/2018). Penyebabnya, Auj-e saat hendak naik pesawat dicegah Ardyansyah.

Auj-e dicegah naik pesawat (tujuan Singapura) sebab, diketahui masa izin tinggal turisnya di Indonesia sudah habis (overstay) sejak 18 Februari 2018. Karena dicegah, dia menampar Ardyansyah.

Simak videonya:

Akibat kejadian itu, kini sang turis ditahan polisi di Bali. Dia akan dideportasi ke Inggris. Dan, akan masuk dalam daftar tangkal Imigrasi. Tangkal dalam istilah Imigrasi adalah larangan masuk ke Indonesia.

“Sehingga beliau tidak dapat masuk lagi ke Indoneisa,” jelas Kahumas Imigrasi Agung Sampurno.

Tapi, pendeportasian tersebut baru akan dilakukan setelah urusan Auj-e dengan polisi selesai. Agung hanya memastikan bahwa deportasi pasti dilakukan.

Berita Terkait:  Turis Inggris Tampar Petugas Indonesia, Dikecam Warga Inggris

“Mengenai hasil pemeriksaan dari polisi, kami serahkan sepenuhnya kepada penyidik polisi yang menanganinya,” ujar Agung.

“Deportasi pasti, karena itu salah satu tindakan Keimigrasian. Tapi yang bersangkutan juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” imbuhnya.

Baca Juga:

PSI: Prabowo Mau Pake Sandal Jepit Tetap Nggak Sederhana

Prabowo akan Umumkan Nama Cawapres, Ini Tanggalnya

Auj-e ternyata turis Inggris keturunan India. Dia tidak terima saat petugas menginterogasi dia karena diketahui telah overstay.

“Yang bersangkutan overstay, melebihi izin tinggal keimigrasiannya di Indonesia. Ketika akan berangkat, didata, ternyata yang bersangkutan itu overstay,” ujar Agung.

Izin tinggal AT telah berakhir sejak 18 Februari 2018 lalu. Diketahui setiap orang asing yang overstay akan dikenai denda US$ 25 per hari. (*)

BAGIKAN