Jokowi dan Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

@Rayapos | Jakarta – Bakal Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditantang debat capres menggunakan bahasa Inggris. Tantangan itu datang dari rivalnya, kubu Prabowo Subianto. Jokowi pun menanggapinya. Begini kata Jokowi:

“Kita ini kan bangsa Indonesia. Kita ini bangsa Indonesia, kita punya bahasa nasional bahasa Indonesia,” kata Jokowi di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Baca juga:

KPU DKI Jakarta Segera Tetapkan Taufik Jadi Daftar Caleg Tetap

Pemprov DKI Bantah 52 PNS Koruptor Masih Aktif Bekerja

Ada Prostitusi Terselubung, Anies Sidak Apartemen Kalibata City

Jokowi pun enggan menanggapi lebih jauh soal usulan dan tantangan itu. Dia hanya tersenyum ketika kembali ditanya soal usulan itu.

Usulan debat capres-cawapres di Pilpres 2019 agar menggunakan Bahasa Inggris ini datang dari koalisi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seperti yang disampaikan Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Dia mengusulkan format debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan Bahasa Inggris. Menurut Yandri, usulan itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

“Boleh juga kali, ya. Ya, makanya hal-hal detail seperti ini perlu didiskusikan,” kata Yandi seusai rapat sekjen di Posko Pemenangan PAN, Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyambut positif usulan Yandri. Fadli menilai perubahan format debat bagus agar rakyat memiliki pertimbangan luas dalam menentukan pilihan.

“Kalau pakai bagus, kalau nggak juga nggak apa-apa. Tapi kalau ada, ya, itu berarti itu suatu kemajuan, tetapi kalau nggak, ya, nggak ada masalah,” terang Fadli saat dimintai tanggapan di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan.

BAGIKAN