Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ade Armando Akan Hormati Proses Hukum

rayapos.com - Ade Armando
Ade Armando - dosen FISIP UI (FOTO: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta: Polda Metro Jaya menetapkan dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia Ade Armando sebagai tersangka. Ade dijerat kasus dugaan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) akibat cuitannya di Twitter dan Facebook.

Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, Ade Armando mengaku sudah mendengar kabar tersebut dan ia akan menghormati proses hukum.

Sebagaimana dikutip dari laman Tempo.co, Ade Armando mengaku heran mengapa  cuitan “Tuhan Bukan orang Arab” tersebut dianggap layak sebagai  tindakan penodaan agama.

Dalam wawancara dengan  Tempo.co, Ade Armando juga mengatakan, bahwa melalui cuitan tersebut ia justru merasa secara tegas menunjukkan Tuhan sama sekali tidak  bisa disamakan dengan manusia, termasuk manusia Arab. Karena Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih, maka Dia pasti tidak keberatan kalau ayat-ayat Al Quran dibaca dengan cara beragam sesuai kebudayaan kita masing-masing; dan tidak hanya dengan satu langgam saja.

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan di tim penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  bulan Juni 2016 silam, Ade Armando mengakui bahwa ia telah menuliskan status “Allah Bukan Orang Arab” di akun Facebook pada Mei 2015 lalu.

“Itu status di FB saya 20 Mei 2015 itu saya mengatakan Tuhan bukan orang Arab, Tuhan pasti senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan langgam Minang, Sumatera, dan seterusnya,” kata Ade.

Ade mengaku bahwa ia menulis status tersebut terkait dengan rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar festival pembacaan Al Quran dengan langgam Nusantara.

“Itu kaitannya dengan rencana Menag Lukman Hakim. Saat itu, dia berniat membacakan festival dengan langgam Nusantara. Waktu itu sudah ada contoh,” kata Ade.

Akibat  status tersebut, pada Sabtu (23/5/2015), pengguna Twitter bernama Johan Khan (@CepJohan) melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya. Johan memutuskan untuk membawa masalah ini ke polisi karena Ade tidak mau minta maaf terkait pernyataannya dalam waktu 1 x 24 jam.

 

Comments

comments