Foto: Indopos

@Rayapos | Jakarta – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Krendang, kini memprihatinkan. Kondisi taman bermain anak-anak kayak kapal pecah.

Tampak, beberapa permainan anak di RPTRA Krendang kondisi berkarat, patah, pengok, cat-nya terkelupas. Bau tahi kucing di berbagai titik.

Taman bermain itu, tidak lagi laku di mata anak-anak dan warga sekitar. Wrga miskin pun ogah main di situ.

RPTRA Krendang dekat dengan Kali Duri tidak terawat. Semakin parah lantaran Kali Duri tengah dinaturalisasi Pemprov DKI Jakarta.

Terlihat sejumlah material proyek naturalisasi Kali Duri merusak RPTRA Krendang.

Beton, batangan besi baja besar dan kecil, kayu-kayu terpantau menimpa tanaman hingga struktur bangunan di RPTRA Krendang. Acakadul.

Selain itu, pagar pembatas yang seharusnya berada di antara RPTRA Krendang dengan Kali Duri tercopot.

Tidak hanya pagar, sebagian tanah tampak curam dan pohon di pinggir RPTRA sudah ditebang.

RPTRA Krendang, riwayatmu dulu:

Pelaksana Lapangan Proyek Penormalisasian (Naturalosasi) dari PT Basuki Yasa, David M Sibuea, Sabtu (20/10/2018) mengatakan:

“Jadi, kami memang terpaksa menaruh barang serta alat berat untuk proyek sheetpile Kali Duri ini di RPTRA Krendang.”

“Sebelumnya kami juga telah membicarakan perihal izin baik ke pihak Lurah Krendang maupun pihak pengelola RPTRA-nya ya.”

“Kendalanya minim lahan. Kalau, kami taruh di sisi jalan raya mengakibatkan arus lalu lintas macet,” ucapnya lagi.

David menjelaskan, pengerjaan proyek aliran Kali Duri berjalan sejak akhir Juli 2018. Target penyelesaiannya, kata David, diperkirakan pada akhir Desember 2018.

Sementara itu, Lurah Krendang, Andre Ravnic tenang saja dengan kondisi RPTRA itu.

Dia mengakui bahwa telah ada nota kesepahaman dari pihak pemegang proyek agar nanti RPTRA Krendang bisa diperbaiki akibat dampak proyek pembangunan sheetpile.

“RPTRA Krendang tersebut kena dampak dari proyek pembangunan sheetpile, yang tujuan normalisasi Kali Duri,” kata Andre.

“Tapi, telah ada kebijakan dari proyek sheetpile itu untuk mengembalikan fungsi RPTRA kembali seperti semula. Alhasil, sudah ada MoU-nya,” ucapnya.

Salah seorang warga sekitar, Basri (28), mengatakan, kondisi RPTRA Krendang saat ini tak lagi ramah.

Selain itu, kondisi RPTRA Krendang sangat membahayakan bagi anak-anak.

Alasannya, pengerjaan proyek normalisasi Kali Duri yang berada di dekat RPTRA, menjadi lokasi meletakkan alat berat untuk melakukan normalisasi.

“Jadi warga enggak bisa kumpul-kumpul, anak di sini juga susah nyari tempat bermain. Wajar wilayah ini kan kecil, sempit, sesak,” ucap Basri.

“Setidaknya sangat disayangkan saja. Hanya akibat proyek kali, dikorbankan itu malah taman bermainnya anak,” ucapnya.

“Tapi, kalaupun tak bisa diakali lagi, yah mau diapakan. Jadi selesai normalisasi di kali, pemerintah harus percantik lagi RPTRA-nya ya kan,” ujarnya.

Berikut empat poin yang tercantum dalam surat penyataan terkait perbaikan RPTRA Krendang yang ditandatangani pihak perwakilan dari PT Basuki Yasa yakni:

Baca Juga:

Kinerja Ahok Dulu, Dibandingkan Anies Sekarang oleh Wawalkot Bekasi

Pembelaan Tersangka Dhani: Ada Wanita Dicopot Paksa Kaosnya

1. Terkait kerusakan lapangan bermain/lapangan olahraga akibat material alat berat, kami siap memperbaiki sampai seperti semula.

2. Akan memasang pagar pembatas sementara sepanjang RPTRA untuk mengantisipasi kerawanan anak-anak bermain di sepanjang Kali Duri dan RPTRA Krendang.

3. Mengganti tembok pagar yang kami bongkar dengan tembok pagar permanen setelah proyek sheetpile selesai pengerjaannya.

4. Melakukan beautifikasi serta penataan taman sepanjang RPTRA Krendang. (*)

BAGIKAN