Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan.

@Rayapos – Jakarta – Ketegangan politik Indonesia, Jumat (10/8/2018) hari ini menurun. Tapi hasil akhir pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno membuat Partai Demokrat move on. Sejak pukul 07.50 tadi mereka menggelar sidang majelis tinggi.

Rapat digelar di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kompleks Mega Kuningan, Jaksel, Jumat (10/8/2018). Tampak beberapa elite PD merapat ke kediaman SBY.

Beberapa elite PD yang hadir di antaranya Waketum PD Max Sopacua dan Waketum PD Syarief Hasan. Syarief Hasan berbicara sekilas soal langkah Gerindra yang akhirnya memilih Sandi.

“Bukan curang, tapi tidak transparan,” sebut Syarief di lokasi.

Sebelumnya, Wasekjen PD Andi Arief memastikan mereka tak akan abstain. PD akan ikut mengusung dan mendaftarkan paslon mereka ke KPU pukul 09.00 WIB ini. Calon yang akan mendaftar ke KPU di jam itu hanya Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga:

Daud Yordan Tantang Juara Dunia Kelas Ringan

Lombok Timur Kembali Diguncang Gempa 4,2 SR

Jalani Sidang Perceraian, Nina Tamam Terlihat Happy

Gerindra Tetap Buku Pintu untuk Demokrat

(PD) akan menentukan sikap resminya untuk Pilpres 2019 pagi ini. Partai Gerindra masih membuka pintu untuk PD bergabung mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Partai Gerindra masih tetap membuka diri Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Pak Prabowo dan Bang Sandi. Tentu kami masih berharap Partai Demokrat bergabung untuk memperkuat koalisi Pak Prabowo dan Bang Sandi,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (10/9/2018).

Kehadiran dukungan Demokrat dan peran Ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dinantikan Gerinda. Presiden RI ke-6 itu, kata Andre, bisa membantu pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Dengan bergabungnya Partai Demokrat dan pak SBY yang 10 tahun memerintah tentu akan akan memperkuat koalisi Pak Prabowo dan Bang Sandi,” sebutnya.

Namun Andre menyebut pihaknya akan menghormati apa pun keputusan Demokrat. Gerindra juga tak akan mempermasalahkan apabila partai berlambang mercy itu bergabung ke koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Tapi hal ini tentu berpulang kembali kepada Partai Demokrat apakah akan mendukung pak Prabowo atau ke pak Jokowi, yang jelas kami akan menghormati keputusan yang akan diambil Partai Demokrat pagi ini,” kata Andre.

Demokrat memutuskan untuk tidak bergabung saat deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. Demokrat menolak Sandi sebagai cawapres.

Partai Demokrat juga mengharapkan agar kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Keputusan baru akan diambil Demokrat pagi ini melalui rapat majelis tinggi.

“Jam 00.00 WIB. Partai Demokrat menyatakan tidak berkoalisi dengan Pak Prabowo dalam Pilpres 2019. Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu,” kata Wasekjen PD, Andi di Twitter, Jumat (9/8). (*)

BAGIKAN