Fransiscus sekeluarga. Foto: Facebook

@Rayapos | Palembang – Polisi mengungkap penyebab bunuh diri sekeluarga di Palembang, Sumatera Selatan. Kepala keluarga, Fransiscus Ong (45) terlilit utang Rp 8,9 miliar.

Frans (Fransiscus Ong) pada Rabu (24/10/2018) pukul 00.48 menembak kepala dua anaknya. Satu per satu di masing-masing kamar.

Lalu menembak kepala isterinya di kamarnya. Lantas Frans menangkap dua anjingnya, satu per satu. Dicekik dibenamkan ke bak mandi.

Terakhir dia menembak rahangnya sendiri, tembus kepala. Dia tergeletak di tempat tidur di sisi isterinya.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain, menjelaskan, Frans nekat menghabisi nyawa anak-istrinya dan akhirnya bunuh diri karena ekonomi. Bisnisnya bangkrut. Utangnya Rp 8,9 miliar.

“Ada juga surat pengakuan utang yang kami dapatkan dalam laptop. Pesannya tak beda jauh dengan kertas yang kami temukan di atas laptop,” terang Zulkarnaen kepada wartawan, Selasa (30/10/2018).

Dalam surat pengakuan utang itu, Frans menyebut utangnya Rp 8 miliar lebih. Pernyataan itu ditulis dalam surat pengakuan hutang di laptop dibuat, Rabu (24/10/2018) sekitar pukul 00.46 WIB.

“Surat pengakuan utang kami dapatkan di beberapa berkas saat olah TKP di rumahnya. Ada utang Rp 8,9 miliar dan dia sudah tidak sanggup bayar lagi,” kata Zulkarnain.

Sebagaimana diketahui, warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas.

Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, Rabu (24/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB. Pembantunya, Dewi, membangunkan Ketty dan Rafael saat sarapan dan berangkat sekolah.

Baca Juga:

Pesawat Lion yang Jatuh, Sudah Bermasalah Sehari Sebelumnya

Beredar, Video Roger Danuarta Masuk Islam

4 Bahan Alami Ini Bisa Hilangkan Noda Bekas Jerawat

Choky dan Snowy Ikut Dibunuh

Lantas, mengapa dua anjingnya ikut dibunuh?

Anjing yang dibunuh. Foto: Sumeks
Anjing yang dibunuh. Foto: Sumeks

“Diduga, karena Frans terlalu sayang pada dua hewan peliharaannya itu,” kata Zulkarnain. Dua anjing itu diberi nama Choky dan Snowy.

“Chocky dan Snowy dicekik dan direndam di bak mandi. Itu dia lakukan karena terlalu sayangnya sama kedua binatang itu,” ujar Zulkarnain saat ditemui detikcom, Kamis (25/10/2018).nya.

Kepastian itu diungkap Zulkarnain usai dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang merupakan pembantu Frans. Juga ada tulisan Frans di selembar kertas.

“Kertas ditemukan di laptop: ‘Aku sangat sayang dengan anak dan istriku… Chocky & Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini..,” kata Zulkarnain.

“Saya pikir awalnya itu kedua anak Frans, ternyata nama anjingnya. Pembantunya juga bilang kalau itu anjing kesayangan,” imbuh Kapolda.

Korban, Frans, Margareth (43), Rafael (18) dan Ketty (11) tewas dengan luka tembak di kepala. (*)

BAGIKAN