Dokter Gigi: Pemasangan kawat gigi pengaruhi fungsi pengunyahan

Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Drg. Diono Susilo (Foto: Rayapos/ARDIAN)

@Rayapos.com | Jakarta: Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya memasang kawat gigi untuk sekedar gengsi semata, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi setelah pemasangan itu. Apalagi jika salah karena memilih tempat praktek yang ilegal atau keliling.

Sekretaris Jendral Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Drg. Diono Susilo mengatakan bahwa penting untuk masyarakat tahu jika memasang kawat gigi harus lewat dokter gigi.

Dokter gigi, kata Drg. Diono, lebih tahu bagaimana cara yang benar dan mengantisipasi efek yang akan ditimbulkan apabila terjadi kesalahan dalam pemasangan tersebut.

“Sangat penting sekali. Mengingat pemasangan kawat gigi akan berpengaruh bukan hanya dari segi estetika saja, tetapi juga nantinya akan mempengaruhi fungsi pengunyahan dan pertumbuhan gigi,” ujar Diono Susilo saat dihubungi Rayapos.com, Rabu (20/9).

Ia mengungkapkan, sekarang ini banyak sekali terjadi penyalahgunaan izin terkait hal ini. Oleh sebab itu, Diono menghimbau agar masyarakat tidak tertipu dengan iming-iming punya gigi bagus dengan harga murah dari tukang-tukang gigi yang marak saat ini.

“Sekarang ini banyak penyalahgunaan. Ada pemasangan braket yang dilakukan diluar dokter gigi. Bahwa ada di Surabaya dokter umum. Dokter umu aja ditindak apalagi diluar itu, baik perawat gigi apa lagi tukang gigi. Nah ini tukang gigi tidak boleh,” kata Diono

Dokter Diono menceritakan, banyak pekerja-pekerja berpenghasilan rendah sebenarnya tidak mengerti tentang pengaruh apa yang akan terjadi apabila memasang kawat gigi di tempat yang tidak berizin dengan kata lain bukan dokter gigi. Dia juga menambahkan banyak diantara mereka kemudian menyesal karena akhirnya gigi mereka semula bagus menjadi hancur.

“Mereka pasang braket hanya untuk gengsi, mereka tidak sadar giginya bagus jadi hancur. Ada yang tidak sadar giginya belum tumbuh, begitu dipasang braket dia keluar, sampai ada yang akarnya keluar. Ini yang masyarakat gak tahu, tahunya saya pasang murah,” kata Diono.

Ia menekankan, sebenarnya ini bukan masalah profesi dokter gigi terganggu bukan juga untuk kepentingan bisnis kedokteran gigi, melainkan himbauan ini sangat diutamakan untuk perlindungan terhadap masyarakat, menyadarkan masyarakat, dan kesadaran masyarakat sendiri agar bisa tahu yang akan terjadi apabila memasang braket diluar dokter gigi.

“Kita bukan terbawa oh itu pekerjaan saya, bukan. Perlindungan masyarakat, kesadaran masyarakat, menyadarkan masyarakat itu yang utama. Jadi jangan hanya masang braket terus saya bisa senyum. Tunggu enam bulan kalau gak berantakkan,” tegas Diono.

Editor: Hadie Ismanto

Comments

comments