Dorong Roda Ekonomi, Pemerintah Segera Bangun Tiga Kawasan Ekonomi Khusus

@Rayapos | Jakarta: Pemerintah terus menggenjot pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menopang perputaran roda ekonomi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, akan penambahan tiga lokasi KEK yaitu Arun Lhokseumawe, Bintan dan Karimun.

Pemerintah mentargetkan ketiga lokasi KEK tersebut sudah selesai dibangun tahun ini, dengan investasi Rp 86,8 triliun untuk dua lokasi pertama. Sementara untuk Karimun, belum ada perkiraan nilai investasi.

Rencana pemerintah tersebut ditegaskan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin malam (30/1).

Menurut Darmin proposalnya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini, khususnya proyek KEK Arun Lhokseumawe. Untuk KEK Bintan, Darmin mengatakan masih harus menunggu beberapa dokumen pelengkap, sementara Karimun belum bisa ditentukan karena terkendala pembebasan lahan.

“Pulau Asam di Karimun belum, masih ada persoalan hutan. Itu saya bilang dibereskan dulu deh, karena menyangkut tanah,” kata Darmin usai Rapat Koordinasi (Rakor) di kantornya, Jakarta, Senin (30/1) malam.

Adapun KEK Arun Lhokseumawe akan dibangun dengan luas 2.622 hektare. Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$ 3,8 miliar atau Rp 50,5 triliun untuk 10 tahun. Pengusul dan pengelola proyek tersebut yaitu konsorsium PT. Pertamina (Persero), PT. Pupuk Iskandar Muda,  PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), dan perusahaan daerah pembangunan Aceh (PDPA).

Di sana, akan dibangun fasilitas infrastruktur pendukung sektor energi, industri petrokimia yang ramah lingkungan, pelabuhan dan logistik, serta pengembangan agro industri pendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, KEK Bintan akan dibangun di kawasan seluas 2.590 ha dengan nilai investasi Rp 36,3 triliun untuk enam tahun. Pengusul dan pengelola dari pembangunan KEK Bintan ini adalah PT. Bintan Alumina Indonesia. Rencananya, dalam kawasan KEK ini juga akan dibangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk pertambangan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY