Dosen USU Himma Dewiyana Lubis yang ditangkap polisi.

@Rayapos | Jakarta – Ada saja, orang mendukung teroris. Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis melalui Facebook menulis: bom di Surabaya sebagai pengalihan isu. Dia ditangkap polisi.

Rektor USU Runtung Sitep mendukung sepenuhnya tindakan Polri. Dosen Himma langsung dibebas-tugaskan.

Polisi menetapkan Himma sebagai tersangka kasus penyebaran hoax. Terkait tragedi berdarah tiga bom gereja di Surabaya, yang ditulis Himma sebagai pengalihan isu. Himma dijerat dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE.

“Sudah jadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan saat dihubungi wartawan, Minggu (20/5/2018).

Tatan menjelaskan Himma saat ini langsung ditahan. “Iya (ditahan),” ujar dia.

Himma sebelumnya ditangkap di rumahnya, di Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Kota Medan pada Sabtu (19/5/2018).

Dia mengunggah tulisan di Facebook soal bom di tiga gereja Surabaya hanya sebuah pengalihan isu. Dia juga menyertakan unggahan soal #2019GantiPresiden.

“Skenario pengalihan yg sempurna… #2019GantiPresiden” tulis akun facebook Himma Dewiyana.

Baca Juga:

Terkait hal tersebut, pihak USU mendukung Polda Sumut untuk mengusut tuntas kasus Himma Dewiyana Lubis alias Himma yang menyebut bom Surabaya pengalihan isu. Himma juga dicopot sementara dari jabatan kepala arsip.

“Kita tegas. Artinya itu kan masih dalam pemeriksaan, tapi walaupun dalam pemeriksaan, kebetulan karena yang bersangkutan ini ada tugas tambahan yang kita berikan dia sebagai kepala arsip, saya sudah sampaikan kemarin ke sekretaris universitas untuk segera menerbitkan surat pemberhentian sementara dari kepala arsip itu,” kata Rektor USU Runtung Sitep. (*)

BAGIKAN