DPK Tangerang Gencar Sosialisasi Alat Tangkap Ikan

@Rayapos | Tangerang: Aparat Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, secara gencar melakukan sosialisasi larangan penggunaan alat tangkap ikan di laut yang ramah lingkungan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Karena alat tangkap cantrang dapat merusak ekosistem di laut, maka harus dipahami oleh para nelayan,” kata Kepala DPK Pemkab Tangerang Herry Wibowo di Tangerang, Selasa.

Herry mengatakan penggunaan catrang dapat membunuh anak ikan atau yang sedang bertelur karena seluruh ikan dalam bentuk kecil maupun besar masuk jaring tanpa terkecuali.

Dia mengatakan alat tangkap cantrang juga merusak terumbu karang, tempat berkembang biak ikan, apalagi nelayan menangkap pada perairan laut dangkal.

Menurut dia tercatat sekitar 2.500 nelayan yang bermukim di pesisir Kabupaten Tangerang mulai dari Kecamatan Kosambi, perbatasan dengan DKI Jakarta hingga ke Kecamatan Kronjo, bersebelahan dengan Kabupaten Serang, Banten.

Namun sekitar 40 persen nelayan mengunakan cantrang, maka perlu ada sosialisasi menyeluruh terhadap nelayan baik secara perorangan maupun kelompok.

Padahal alat tangkap cantrang telah dilarang sejak 1 Januari 2017 oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tapi akhirnya diperpanjang hingga enam bulan ke depan.

Untuk mengatasi masalah itu, pihaknya sudah menyediakan alat tangkap ikan ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem laut.

Sesuai rencana mulai Februari 2017 memberikan bantuan alat tangkap ikan kepada sebanyak 41 kelompok nelayan dengan anggota mencapai 800 orang.

Meski begitu, bantuan serupa juga diberikan kepada nelayan setempat oleh instansi terkait lingkup Pemprov Banten dan KKP.

Pihaknya melakukan pendataan terhadap nelayan yang berhak menerima bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima.

“Jangan sampai ada kelompok nelayan yang menerima ganda, ini tentunya merugikan nelayan lainnya,” katanya. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY