DPR akui pernah dorong BIN beli senjata

@Rayapos.com | Jakarta :  Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Kharis Almasyhari mengakui bahwa DPR pernah mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melengkapi sejumlah fasilitas pembelajaran kepada taruna Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) salah satunya yakni terkait senjata api.

“Kalau kaitannya dengan STIN BIN itu kita pernah mendorong kepada STIN karena anggarannya ada di BIN. Kita nggak bahas sampai satuan tiga. Kita mendorong agar taruna STIN tidak belajar dengan menggunakan replika (senjata palsu) ,” ujar Abdul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Menurut Ketua Komisi I DPR ini, Sangat lucu jika siswa yang akan menjadi Intel di Telik Sandi Negara dalam belajarnya harus menggunakan senjata palsu.

“Masak intel belajarnya pakai (senjata) replika kayu? Kan nggak lucu,” ujarnya.

“Atau dia kalau mau belajar harus pergi ke lapangan tembak polisi. Itu kan memakan waktu, jumlah taruna STIN 400 lebih,” sambungnya.

Oleh karena itu komisinya pernah mendorong agar BIN bisa menyediakan alat tembak asli dan lapangan tembak sendiri.

“Kita mendorong punya tempat sendiri. Itu kita dorong. Kalau kaitannya dgn STIN yang ada di BIN, kami mendorong agar ada tempat latihan, agar latihan gak pake replika kayu,” ujarnya

Terkait mekanisme pengadaan senjata di institusi BIN dirinya enggan berkomentar, pasalnya Komisi I DPR tak berwenang masuk pada ranah satuan tiga, di mana mekanisme pengadaan senjata masuk di dalamnya.

“Kita di Komisi I DPR nggak terlibat dalam satuan tiga atau di pengadaan senjata,” terangnya.