Ratna Sarumpaet di tahanan Polda Metro Jaya.

@Rayapos | Jakarta – Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) DKI Jakarta hanya minta Ratna Sarumpaet mengembalikan Rp 10 juta dari Rp 70 juta yang diberikan Pemprov DKI. Mendengar ini, ketua fraksi Nasdem DPRD DKI, Bestari Barus geram.

Sesuai aturan yang berlaku, Ratna harus mengembalikan uang itu secara utuh. Kecuali karena faktor seperti kecelakan atau meninggal dunia.

Baca juga:

Tabliqh Akbar di Monas Kedatangan ‘Ustaz Sandiaga Uno’

Jokowi Ucap Alfatekah Dikritik Penonton, Ini Videonya

“Balikin dong kecuali dia (Ratna) mati, naik pesawat jatuh dan segala macem itu lain, ini enggak jadi berangkat kok,” kata Bestari kepada wartawan, Selasa (9/10/2018).

Dia membeberkan, anggota legislatif saja harus mengembalikan uang ongkos kunjungan kerja (kuker) secara utuh, apabila dewan tersebut batal berangkat meskipun sebelumnya sudah dibelikan tiket perjalanan.

Dari sini mantan aktivis KNPI ini mendesak Disparbud agar meminta Ratna Sarumpaet mengembalikan anggaran tersebut sepenuhnya. Tidak hanya Rp 10 juta.

“Ganti, kami kunker sudah dibelikan tiket tidak berangkat itu ganti. Semuanya 100 persen dipulangkan semua, hotel apa ganti,” tutupnya.

Sebelumnya Kepala Seksi Promosi Luar Negeri Disparbud DKI Jakarta Sherly Yuliana menjelaskan total ongkos yang diberikan kepada Ratna sebesar Rp 70.764.041. Dari Jumlah ini kata Shery, Ratna hanya bisa mengembalikan Rp 10.107.156.

Sherly beralasan, Ratna membeli tiket pesawat promo dengan harga termurah, sehingga bila batal uang tiket dianggap hangus. Total harga tiket pesawat sebesar 50.380.000.