DPRD Manado Belajar Penerbitan Amdal di Bali

@Rayapos | Manado: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, belajar dan melakukan perbandingan penerbitan analisa dampak lingkungan (Amdal) di Kabupaten Badung, Bali.

“Kami bertukar informasi mengenai penerbitan Amdal sekaligus pengelolaan limbah, di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Badung, serta bagaimana prosesnya, saat kunjungan kerja tiga hari 16-19 Mei 2016,” kata Wakil Ketua DPRD Manado, Richard Sualang di Manado, Jumat.

Sualang mengatakan, Dalam pertemuan dengan BLH maupun DPRD Badung, para legislator Manado, mendapatkan penjelasan mengenai sinergitas kerja antara DPRD dan BLH dalam menerbitkan Amdal di daerah tersebut.

“Di Badung, BLH menggandeng DPRD secara aktif sebab para legislator juga adalah tokoh-tokoh masyarakat setempat sehingga tahu benar kondisi daerahnya, maka pengurusan Amdal menjadi mudah,” katanya.

Menurut Sualang, dalam setahun BLH Badung menerbitkan sekitar seribu Amdal, karena banyaknya pembangunan fisik, meskipun tidak ada pabrik tetapi hotel-hotel, banyak demikian juga dengan rumah sakit.

Menurut Sualang dalam pengelolaan limbah, Badung mendapat bantuan Jepang, sehingga fisiknya bagus, dan hasil akhirnya air bisa dimanfaatkan, itulah yang harus diambil Manado.

“Kita patut mencontohnya, dan nanti dalam pembahasan bersama dengan SKPD terkait, kita bisa menyampaikan gagasan tersebut untuk diberlakukan di Manado, sehingga penerbitan Amdal serta pengelolaan limbah menjadi lebih baik,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C, Lineke Kotambunan mengatakan, dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang bisa digali mengenai penerbitan Amdal, serta pengelolaan limbah.

“Di Badung, pengelolaan limbah terintegrasi dan itu yang kami usulkan kepada BLH Manado, sehingga pengelolaan limbah kita juga menjadi lebih baik,” katanya.

Selain itu, Kotambunan mengatakan penerbitan Amdal juga akan menjadi rekomendasi DPRD kepada BLH, sehingga di Manado, bisa berjalan lancar dan baik tanpa kendala berarti.

 

[Antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY