Mobil JST saat ditemukan, terdapat pisau. Foto: Dok Ist

@Rayapos | Jakarta – Driver GrabCar, JST (68), diduga dibunuh. Jasadnya ditemukan di sungai di daerah Tangerang. Polisi kini menyelidikinya.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi mengenai kasus pembunuhan tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga ada tiga motif yang melatarbelakangi pembunuhan JST.

“Kita juga mempunyai cara sendiri dalam upaya mengungkap kasus tersebut dengan melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, keluarganya, memeriksa perusahaan Grab, sehingga kita bisa pelajari motifnya,” kata Sabilul, Jumat (9/11/2018).

Dia lanjutkan: “Bisa saja motifnya dendam pribadi; kedua, motif perampokan; ketiga, motif keributan sesaat, mungkin, sehingga ada terjadi kasus pembunuhan tersebut.”

Polisi belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan, sebelum menangkap pelaku. Sabilul berjanji kasus pembunuhan JST itu akan segera terungkap.

“Masih tiga hal tersebut (dugaan motif), kita bisa menyimpulkan bila sudah menangkap tersangka. Saya berjanji sepekan akan mengungkap kasus itu,” ujar dia.

JST sebelumnya tidak bisa dihubungi setelah menjemput penumpang di kawasan Jakarta Utara pada Senin (5/11/2018).

Keluarga yang mencari keberadaan JST kemudian mengecek kabar penemuan mayat di Sungai Cirarap, Tangerang. Ternyata mayat itu adalah JST.

Polisi menduga driver taksi online ini menjadi korban pembunuhan. Saat korban ditemukan, terdapat luka sayatan dan pemberat pada tubuh korban.

Selain itu, mobil korban sudah ditemukan pada Rabu (7/11) malam. Sebilah pisau ditemukan di dalam mobil itu.

“Korban mengalami luka sayat di leher dengan wajah lebam. Tangan dan kaki korban juga terikat tali dengan pemberat,” kata Sabilul, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga:

Universitas Gadjah Mada ‘Digoyang Bau Busuk’ Kasus Pemerkosaan

Benarkah FPI Geruduk Dubes Arab Saudi?

Jokowi Bicara soal Politik Genderuwo, Inilah Maksudnya

Lokasi Terlacak oleh Anaknya

Sementara itu, anak JST yang keberatan disebutkan namanya, menceritakan, ayahnya hilang kontak pada Senin (5/11/2018) pukul 22.44,

“Saat itu jam 12 malam, papa belum pulang dan saat ditelepon, HP-nya mati. Saya lalu telepon Grab tapi saya tidak dapat info apa-apa, karena kerahasiaan penumpang katanya,” katanya.

Karena tahu password akun Grab sang ayah, anak JST bisa mengakses akun dan tahu perjalanan terakhir sang ayah.

Dari data itu, dia tahu bahwa JST berkomunikasi dengan penumpang pada Senin (5/11/2018) malam. Percakapan terakhir adalah pesan otomatis bahwa JST sudah tiba di lokasi penjemputan.

“Malam itu papa saya dapat order dari Grab. Saya bisa tahu karena ada record antara penumpang dan papa saya,” kata anak JST.

Dia lanjutkan: “Sekitar pukul 22.25 WIB itu papa saya jemput penumpang. Saya cek di Google Location, pukul 22.44 HP-nya mati. Dan itu nggak jauh dari tempat dia naikin penumpang,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di akun Grab JST, lokasi penumpang yang dijemput adalah sebuah perumahan di Jakarta Utara. Anak JST menyebut HP sang ayah mati di perumahan yang sama.

“Di aplikasi, papa saya itu belum drop off. Keesokan harinya saya lapor polisi lalu ke kantor Grab,” ungkapnya.

Anak JST kemudian mengunggah informasi soal sang ayah yang hilang di Instagram Story dan meminta bantuan untuk menghubungi bila melihat.

Screenshot Instagram Story itu diunggah ulang di Twitter dan diretweet hingga lebih dari 14 ribu kali.

Salah seorang kerabat kemudian mengabarkan soal penemuan mayat di Tangerang yang ciri-cirinya mirip dengan JST.

Setelah keluarga mengecek ke RS, ternyata benar sang ayah sudah ditemukan dalam keadaan meninggal.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Ada dugaan bahwa JST dibunuh.

“Indikasi ke arah penganiayaan atau pembunuhan, namun kita tunggu hasil visum dari dokter agar tahu penyebabnya,” kata Kapolsek Pasar Kemis Kompol Ucu Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, pihak Grab juga sudah angkat bicara. Grab mengaku terpukul dan siap berkoordinasi dengan polisi untuk pengusutan kasus ini. Grab juga telah menghubungi keluarga korban.

“Siang hari tadi, Grab telah menghubungi putra almarhum dan merencanakan kunjungan ke kediaman keluarga secepatnya,” kata juru bicara Grab lewat keterangan tertulis.

Dilanjutkan: “Kunjungan ini juga bertujuan untuk menjelaskan hak almarhum sebagai mitra pengemudi Grab sesuai dengan polis asuransi yang berlaku bagi mitra pengemudi.” (*)

BAGIKAN