Drum berisi mayat dicor, saat akan diangkut ke atas. Foto: Radar Solo

@Rayapos | Sukoharjo – Penemuan mayat dicor dalam drum menghebohkan warga Sukoharjo, jawa Tengah. Penemunya pemulung Muji Agung menceritakan proses penemuan drum itu.

Dijelaskan Muji, lokasi drum berada di pinggir kali Bengawan Solo. Di kolong jembatan Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Drum itu awalnya dilihat Muji dari atas jembatan pada Jumat (26/10/2017) sore. Tampak, ada drum seng tergeletak di pinggir kali. Dia melihat dari jarak sekitar 10 meter dari atas.

Sebagai pemulung, Muji sangat tertarik. Drum bisa dijual. Maka, dia turun, melewati turunan yang curam.

Begitu tiba di bawah, dia mengamati drum. Di satu sisi drum terbuka, di sisi lain tertutup. Artinya, drum utuh tanpa tutup. Isinya cor semen, hampir penuh.

Muji mengamati lebih detil. Drum dalam kondisi berkarat.

Muji hanya membutuhkan drumnya yang bisa dijual. Sedangkan cor semen tak berguna.

Maka, dia bongkar dengan mengupas seng bagian drum yang sudah lapuk berkarat. Di situlah dia mencium bau busuk pada jarak sangat dekat.

Semakin dikupas, semakin kelihatan selimut, lalu semacam kaos lorek. Akhirnya dia yakin, bahwa ada manusia di dalam cor. Maka, dia memberitahu orang. Sehingga heboh. Dilaporkan ke polisi.

Baca Juga:

Usai Penggal Kepala Korban, Pelaku Tikam Kapolsek

Nusron Wahid Diusir, Begini Versi Polisi dan Humas Masjid

Bukan Hanya Siswa, Gurunya pun Ikut Aksi Bela Tauhid

Kapolsek Grogol, AKP Dani Herlambang saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (26/10/2018) malam mengatakan:

“Saat ini mayat sudah dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo,” ujar

Polisi masih menyelidiki identitas mayat dan mengembangkan temuannya.

“Ini akan kita selidiki dulu identitas korban, nanti tentu akan terus kita kembangkan,” lanjutnya.

Polisi mempelajari titik awal penemuan drum. Berada di lumpur. Menyatu dengan lumpur. Persis di pinggiran kali yang sudah mengering.

Diketahui, bahwa kali tersebut, kali Bengawan Solo airnya meluap jika musim hujan.

Sedangkan, kondisi drum sudah keropos akibat berkarat. Maka, diperkirakan, drum sudah cukup lama berada di situ.

Seandainya drum dilempar dari atas jembatan pada musim hujan, maka posisi drum akan tenggelam. Sebab, berat cor menenggelamkannya.

Pada musim kemarau, air kali Bengawan Solo menyurut. Sehingga drum tersebut kelihatan dari atas jembatan. Meskipun tidak terlalu jelas. Sebab, menyatu dengan lumpur.

Sedangkan, musim kemarau sudah cukup lama. Berarti drum itu sudah lama juga kelihatan dari atas jembatan. Cuma, belum ada yang berminat mengambilnya, kecuali pemulung. (*)

Simak videonya di sini:

BAGIKAN