Terdakwa pengeroyok Haringga Sirla

@Rayapos | Bandung – Dua pelaku pengeroyok Haringga Sirla meminta hakim memvonis hukuman alternatif percobaan. Kedua anak itu minta dimasukkan ke pesantren karena telah mengakui perbuatannya.

Permintaan tersebut disampaikan pengacara terdakwa Dadang Sukmawijaya dalam nota pembelaan (pleidoi) yang dibacakan dalam sidang tertutup di ruang anak Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (24/10/2018).

Baca juga:

Sekeluarga Tewas, Diberondong Senjata Api Berperedam

Setelah Bertemu Prabowo Youtuber Ini Kaget, Simak Ceritanya

“Jadi barusan sudah kita bacakan pembelaannya. Kami memohon ke pengadilan untuk memutus dengan putusan percobaan atau di sisi lain memohon ke pesantren,” ucap Dadang.

Ia menuturkan, permintaan tersebut diajukan berdasarkan fakta di lapangan. Menurutnya terdakwa ST (17) dan DN (16) sudah mengakui perbuatannya.

Selain itu, sambung Dadang, aksi yang dilakukan kedua anak usia pelajar itu secara spontan.

“Kalau melihat si anak mengakui secara substansinya. Di sisi lain juga kalau dilihat konflik peristiwa di latar belakangi situasi dan kondisi mereka bukan tujuan mengeroyok, tapi kondisi terbawa berkaitan arus massa di situ, mereka ikut-ikutan,” katanya.

Di lokasi yang sama, Jaksa Penuntut Umum Melur Kimaharandika mengatakan pihaknya tetap pada tuntutannya yaitu pidana penjara kepada terdakwa yang masih di bawah umur.

“Mengingat bahwa pidana penjara itu dimungkinkan dalam UU Perlindungan Anak, mengingat perbuatan yang dilakukan anak tersebut dikategorikan perbuatan yang meresehkan dan membahayakan masyarakat,” kata Melur Kimaharandika (24/10/2018).

Melur juga mengatakan, bahwa perbuatan dari kedua pelaku pengeroyokan, mengakibatkan luka mendalam mendalam dan kesedihan bagi keluarga korban.

“Jika hanya dipidana percobaan, akan menimbulkan contoh yang kurang baik di mata masyarakat. Kami serahkan seluruhnya pada putusan majelis hakim,” katanya.

Rencananya, pada Kamis (25/10/2018), Majelis Hakim akan memimpin sidang yang beragendakan putusan terhadap dua pelaku pengeroyokan Haringga Sirla.

BAGIKAN