Dugaan korupsi RS Ratumbuysang masuk radar Kejati, Pemprov Sulut pastikan tidak akan ambil pusing

Bangunan RS Ratumbuysang Manado yang terbengkalai (foto: Istimewa)

@Rayapos.com | Manado: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara, tidak akan ambil pusing dengan kasus yang membelit RS Ratumbuysang, masuk ranah pidana korupsi di Kejaksaan Tinggi Sulut.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Edwin Silangen, saat dikonfirmas di Manado, Kamis (24/8/2017). Menurutnya urusan pidana bukan urusan Pemerintah.

“Bukan ranah kita, tidak ada kaitan,” ujarnya.

Dikatakan Silangen, meski Kejati Sulut sedang mengusut kasus dugaan korupsi pembangunan RS tersebut, Pemprov Sulut tetap akan lanjutkan rencana membangun rumah sakit yang lebih besar, tak hanya 5 lantai seperti saat ini. Kelas rumah sakit ini merupakan mega proyek dengan 450 Kamar.

“Rencananya akan membangun 450 kamar yang ada disana (RS Ratumbuysang),” ungkapnya.

Lokasi itu nanti memang hanya untuk rumah sakit umum, sedangkan Rumah Sakit Jiwa kata Sekprov akan digeser pembangunannya di Kalasey.

“Kita bangun terus kan untuk pelayanan masyarakat, lanjut terus. Pokoknya RS Ratumbuysang jadi RS umum dan kita bikin yang lebih berkualitas,400 kamar dan kita sudah studi banding,” pungkasnya.

Comments

comments