Rektor UGM Panut Mulyono

@Rayapos | Yogyakarta – Kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM oleh rekannya saat KKN di Pulau Seram, Maluku, akhirnya diselidiki polisi. Dasar penyelidikan: Laporan informasi.

Pelaku pemerkosaan terhadap mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Agni (nama samaran) oleh mahasiswa UGM juga.

Dugaan pemerkosaan terjadi ketika Agni dan pelaku sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Pulau Seram, Maluku pada pertengahan 2017, lebih dari setahun lalu.

Kasus pemerkosaan itu sudah diselidiki oleh pihak UGM. Bahkan dibentuk Tim Pencari Fakta. Kemudian dilakukan kajian-kajian yang seolah-olah ilmiah. Tapi, pelaku tetap kuliah hingga kini.

Bahkan, pelaku akan diwisuda dalam waktu dekat.

Kasus ini kemudian heboh di masyarakat. Terus menggelinding menjadi besar, sejak dimuat di majalah kampus UGM bernama Balairung pada sepekan lalu. Akhirnya, masyarakat demo ke UGM.

Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan, dia tidak melindungi pelaku pemerkosaan. Walaupun kasus itu terjadi lebih dari setahun lalu. Dan, pelakunya hingga kini tetap kuliah di UGM.

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta kini bertindak. Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan informasi (LI).

“Jadi gini Polda (DIY) sudah melakukan penyelidikan. Dasar penyelidikan apa? Saat ini bukan dasarnya laporan polisi tapi dasarnya laporan informasi,” jelas Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto kepada wartawan di Mako Brimob Gondowulung, Yogyakarta, Rabu (14/11/2018).

Yuliyanto menjelaskan, LI ini merupakan produk kepolisian yang ditulis untuk melaporkan sebuah peristiwa.

Sumber informasi dari peristiwa tersebut ada berbagai macam mulai informasi dari media massa hingga media sosial.

“Peristiwa itu tentu ada sumber informasi dan sumber informasi dari media dari media sosial dirangkumlah menjadi laporan informasi,” tegasnya.

Baca Juga:

Alibi Tersangka Pembunuh Bekasi Dipatahkan Saksi

Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Tertangkap Saat Hendak Mendaki Gunung Guntur

Keluarga Soeharto Beri 4 Kritik Keras ke Pemerintahan Jokowi

Berdasarkan laporan informasi tersebut polisi bergerak melakukan penyelidikan yang kemudian laporan hasil penyelidikan (LHP) akan dikirim ke Polda Maluku yang ketempatan perkara.

“Nanti di sana apakah mau diproses atau seperti apa ditingkatkan penyidikan itu tergantung sana. Kita sudah melakukan penyelidikan bukan penyidikan. Karena penyidikan harus ada LP-nya (Laporan Polisi). Kalau penyelidikan pakai laporan informasi (LI),” tegasnya.

Sejauh ini, Polda DIY belum melakukan pemanggilan terhadap UGM. Pemanggilan sendiri harus berdasarkan LP sedangkan berdasarkan LI tidak bisa melakukan pemanggilan

“Penyelidikan sebatas kita mencarI informasi,” pungkasnya.

Kekerasan seksual yang menimpa mahasiswi UGM terjadi di lokasi KKN di Pulau Seram pada tahun 2017.

Kasus ini mencuat saat jurnal mahasiswa UGM Balairung menurunkan laporan utama berjudul ‘Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan’ pada awal November 2018. (*)