Kadek Kartika Yasa (40) dan I Ketut Oka Soenatha (56)

@Rayapos | Denpasar – Mahasiswi berinisial KMA (18) di Bali diperkosa dukun cabul. Pelaku yang berjumlah dua orang itu berpura-pura mengobati, namun malah menyetubuhinya.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu tersangka pria bernama Kadek Kartika Yasa (40) dan I Ketut Oka Soenatha (56) datang ke rumah kakek KMA untuk mengajak sembahyang di Pura Goa Gong dan Pura Jagatnatha.

“Kakek korban tidak bisa ikut karena sakit, kemudian korban diajak tersangka mengendarai mobil milik keluarga korban dan disopiri tersangka Ketut Oka Soenatha,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Artha Ariawan, Jumat (12/10/2018).

Baca juga:

Kepala Bapak dan Anak Ini Gepeng, Otaknya Berceceran Setelah Dilindas Truk

Dinas Pariwisata DKI Jakarta Bidik Tempat SPA Prostitusi

Setelah korban masuk mobil yang dibawa pelaku, bukannya diajak sembahyang malah dibawa keliling.

Selama di perjalanan, kedua tersangka menipu korban dan mengatakan korban sakit.

Setelah tiba di penginapan, tersangka Kadek Kartika Yasa pura-pura melakukan ritual.

“Terlapor kemudian berpura-pura melakukan ritual dengan menyuruh apa yang dikatakan oleh terlapor dan sempat tersangka I Kadek Kartika Yasa mengancam dengan menggunakan pisau. Selanjutnya tersangka I Kadek Kartika Yasa menyetubuhi korban sebanyak dua kali,” urainya.

Setelah diperkosa, korban kemudian diajak tersangka ke Goa Gong. Dalam perjalanannya, tersangka kemudian mengajak untuk menjemput adik korban. Tujuannya karena tersangka berniat melakukan pencabulan lagi.

“Dalam perjalanan pulang sembahyang, para pelaku sempat berhenti di Pantai Muaya,” jelas Wayan.

“Selanjutnya tersangka I Kadek Kartika Yasa kembali merayu, dan berpura-pura mengobati adik korban. Selanjutnya menggerayangi tubuh adik korban. Saat menggerayangi itu, tersangka ditelepon oleh kakek korban,” cerita Wayan.

Selanjutnya tersangka berhenti melanjutkan perbuatan tersebut, kemudian korban diantar kedua tersangka ke rumahnya,” tambahnya.

Saat pemeriksaan, diketahui tersangka I Kadek Kartika Yasa merupakan residivis kasus pencabulan anak. Kala itu dia dihukum 4 tahun bui dan bebas pada November 2016.

“Tersangka KKY pernah melakukan perbuatan pencabulan anak di bawah umur tahun 2013 dan divonis 4 tahun. Dia bebas bulan Desember 2016,” kata Wayan.

Atas perbuatannya, tersangka I Kadek Kartika Yasa disangkakan Pasal 285 KUHP dan/atau Pasal 286 KUHP dan/atau Pasal 289 KUHP. Sementara I Ketut Oka Soenatha disangkakan Pasal 285 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan/atau Pasal 286 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan/atau Pasal 289 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.