Eddy Sindoro Akhirnya Menyerah ke KPK

Eddy Sindoro

@Rayapos | Jakarta – Buron KPK, Eddy Sindoro akhirnya menyerahkan diri, setelah melarikan diri selama dua tahun. Eddy menyerah di KBRI Singapura, Jumat (12/10/2018) pagi. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebutkan, Eddy sudah menjadi tersangka kasus suap sejak 23 Desember 2016. Eddy diduga memberikan suap ke Panitera PN Jakarta Pusat (Jakpus) Edy Nasution USD 50.000. Suap tersebut diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus. Sejak kasus itu diusut, Eddy tidak pernah hadir saat dipanggil KPK. Untuk menghindari panggilan KPK, Eddy diduga menetap di beberapa negara Asia Tenggara. “Dari akhir 2016 hingga 2018, ESI (Eddy Sindoro) diduga berpindah-pindah di sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar,” kata Saut di KPK, Jumat (12/10). Kepastian keberadaan Eddy, kata Saut, baru diketahui pada November 2017. Kala itu Eddy coba memperpanjang paspornya di Myanmar. Setelah bebas beberapa lama di beberapa negara tersebut, Eddy sempat dideportasi pada 29 Agustus 2018 karena masuk dalam daftar pencarian orang. Namun, setiba di Bandara Soekarno Hatta, Eddy berhasil kembali melarikan diri. “Setelah tiba di Bandara, ESI kembali terbang ke Bangkok tanpa melalui proses imigrasi,” sebut Saut. Eddy baru bisa dipulangkan ke Indonesia pada hari ini, setelah menyerahkan diri ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura. Saat ini Eddy dalam proses pemeriksaan di KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo membeberkan kronologi kejadian tersebut. Berikut keterangannya: Baca Juga: Kereta Bandara yang Dicorat-Coret Tangan Jahil, Begini Penampakannya Taufik: Prabowo-Sandi Bakal Menang Mudah di Jakarta, Ini Alasannya Dinas Pariwisata DKI Jakarta Bidik Tempat SPA Prostitusi Kamis (11/10/2018) KPK meminta bantuan Polri untuk menerbitkan red notice yang diteruskan ke Interpol untuk menangkap Eddy Sindoro di Singapura. Lalu KPK mendapat informasi bahwa Eddy bersedia menyerahkan diri dan disepakati lokasinya di KBRI Singapura. Tim KPK yang dipimpin oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Panca Putra berangkat ke Singapura setelah berkoordinasi dengan SLO Polri Kombes Joko dan KBRI Singapura, serta Imigrasi. Jumat (12/10/2018) Pukul 09.30 WIB Direktur penyidikan KPK bersama SLO Polri kemudian bertemu dengan Eddy di KBRI Singapura. Eddy resmi menyerahkan diri kemudian ditangkap dan sekarang sudah berada Jakarta. Proses pengembalian ini juga dibantu oleh otoritas Singapura. Pukul 13.30 WIB Eddy Sindoro tiba di Jakarta dari Singapura menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Rencananya, bakal ada jumpa pers dari KPK terkait kasus ini. Eddy Sindoro ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, 23 Desember 2016. Dia diduga memberikan suap ke Panitera PN Jakarta Pusat (Jakpus) Edy Nasution sebesar USD 50.000. Suap tersebut diberikan agar Edy nasution membantu pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus. Padahal, pengajuan PK itu sudah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang. Dalam berkas putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro diketahui sebagai inisiator suap. Diawali dengan permintaan Eddy ke Nurhadi (Sekretaris MA kala itu) untuk menerima berkas pendaftaran PK PT Across Asia Limited. Nurhadi lalu meminta Edy Nasution untuk memasukkan berkas pendaftaran itu, walaupun sudah melewati batas waktu. Uang suap diberikan ke Edy Nasution melalui orang kepercayaan Eddy Sindoro, Doddy Ariyanto. Namun, KPK gagal menangkap Eddy Sindoro karena keburu kabur ke luar negeri beberapa hari setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Edy Nasution dan Doddy. (*)

BAGIKAN