Yusuf Martak

@Rayapos | Jakarta – Caleg PDIP, Kapitra Ampera, bersama mantan aktivis 212 mendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin. GNPF Ulama menyebut, itu tidak mewakili alumni 212 seluruhnya.

Ketua GNPF Yusuf Martak kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (14/10/2018) mengatakan:

“Mereka sah-sah saja kalau mereka akan menggunakan itu. Tapi tidak menjadi representasi maupun perwakilan dari kami atau GNPF atau 212. Itu kami anggap sebagai individu.”

Yusuf menganggap mantan aktivis 212 tidaklah terlalu besar. Dia menuturkan GNPF tetap solid.

“Kalau secara organisasi baik GNPF fatwa ulama dan persaudaraan alumni 212 tetap solid dan tidak ke mana-mana,” jelasnya.

Yusuf mengatakan sama sekali tidak berkomunikasi dengan Kapitra terkait dukungan yang diberikan sebagian alumni 212 kepada Jokowi.

Dia berharap mereka dapat kembali bergabung dengan pihaknya untuk mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Nggak apa-apalah itu biasalah. Seperti Kapitra saudara kita juga insyaallah nanti akan kembali pada kebersamaan kita juga kita harus sabar,” terangnya.

Baca Juga:

Sedekah Laut Dipaksa Bubar, Begini Landasan Hukumnya

Potensi Konflik Sosial di Pembubaran Paksa Sedekah Laut

Sebelumnya, Kapitra Ampera memimpin deklarasi dukungan bagi Ma’ruf Amin. Dukungan itu ditampung dalam kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Eks 212 Kawal KH Ma’ruf Amin’.

Kapitra kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10) mengatakan:

“Yang pantas untuk dipilih semua peserta Aksi Bela Islam 212, 410 adalah KH Ma’ruf Amin. Tidak boleh ada yang mengklaim itu karena, maaf, Prabowo-Sandi bukan ulama. Kalau ada yang katakan 212 atau PA 212 di situ representatifnya adalah Ma’ruf Amin.”

Simak videonya di sini:

BAGIKAN