@Rayapos | Jakarta – Mantan gelandang timnas Inggris, Paul Gascoigne didakwa telah melakukan pelecehan seksual. Kepolisian Transportasi Inggris (BTP) menyebut Gascoigne terlibat dalam sebuah insiden dengan seorang wanita di transportasi umum.

Kasus ini terjadi di dalam kereta api jurusan York-Durham pada 20 Agustus lalu. Kepolisian menilai Gascoigne telah melanggar Bagian 3 Undang-Undang Pelanggaran Seksual 2003.

Beberapa saat setelah dakwaan ini dirilis, Gascoigne memberikan pembelaan lewat akun Twitter miliknya. Ia menegaskan, dirinya tidak bersalah dan merasa hanya berupaya untuk menenangkan seorang wanita.

Menurut Gascoigne, wanita tersebut mengejeknya dengan sebutan “sapi gemuk”. Ejekan tersebut membuat pemain berinisial Gazza ini marah sebelum menghampiri wanita tersebut.

“Saya hanya berkata: “Jangan khawatir sayang, Anda cantik luar-dalam’. Lalu saya menyentuhnya dan berkata, ‘Tidak apa-apa saya dipanggil gemuk’,” tulis Gazza.

Baca Juga:

UEFA Nations League: Ditahan Belanda, Jerman Terdegradasi

Napoli Tolak Tawaran MU untuk Kalidou Koulibaly

NBA: Memphis Grizzlies Bekuk Minnesota Timberwolves 100-87

“Bagaimana mungkin ini disebut sebagai pelecehan? Itu tidak benar. Saya respek pada wanita,” lanjutnya. Sayang postingan itu kemudian dihapus.

Kendati merasa tidak bersalah, Gascoigne dijadwalkan tetap akan menhadiri persidangan kasus tersebut di Pengadilan Newton Aycliffe Magistrates. Gelar kasus ini akan berlangsung pada 11 Desember mendatang.

Seperti diketahui, Gascoigne memiliki karier sepakbola cemerlang di era 1980 hingga 1990-an. Namun, Gazza kerap tersandung masalah karena kecanduan alkohol dan depresi sejak masih bermain hingga sesudah gantung sepatu.