Ernest Prakasa dukung sistem penjurian baru di FFI 2017

@Rayapos.com | Jakarta: Ajang penghargaan bagi pelaku industri perfilman tanah air, Festival Film Indonesia (FFI) akan kembali digelar di kota Manado, Sulawesi Utara, pada 11 November 2017 mendatang.

Berbagai upaya pembenahan tentunya terus dilakukan dalam penyelenggaraan FFI. Dari tahun ke tahun panitia mengupayakan perubahan. Hal yang banyak disorot tentunya soal sistem penjurian.

Berbeda dari gelaran sebelumnya, tahun ini perubahan terdapat pada sistem penjurian yang menggunakan platform baru berbasis digital dan jumlah juri yang tahun lalu berjumlah 100, kini hanya 75 orang.

Dalam proses penjuriannya sendiri, akan melibatkan partisipasi langsung asosiasi profesi, penyelenggara festival di daerah, dan komunitas film. Hal ini dilakukan tentu untuk memperkuat kelembagaan asosiasi perfilman nasional.

Menanggapi perubahan yang terjadi dalam sistem penjurian ini, salah satu insan film Ernest Prakasa mengatakan bahwa kebijakan yang diambil soal jumlah juri tentu telah dipertimbangkan oleh panitia untuk menghindari kecurangan.

“Kalo soal jumlah dewan juri yang banyak, di (Piala) Oscar juga gitu. (Kebijakan yang diambil) tentu untuk menghindari kecurangan atau keberpihakan. Jadi demokratis,” tutur Ernest ketika di kawasan Senayan, Jaakarta Selatan beberapa hari lalu.

Saat disinggung peluang film “Cek Toko Sebelah” bakal merajai ajang FFI 2017, pria yang juga menekuni dunia Stand up Comedy ini mengaku tidak punya target apapun walaupun film keduanya itu meraih sembilan nominasi.

“(Soal target) nggak sih. Udah sampe pada titik pasrah pada penilaian dewan juri. Jujur sekarang udah ga mikirin itu,” tukasnya.