Ilustrasi suntik silicon.

@Rayapos | Jakarta – Selegram Awkarin kini jadi sorotan netizen. Dia belum lama ini mengunggah endorse obat injeksi pembesar payudara dan pengencang vagina. Bisa dibeli online. Komentar protes datang bertubi-tubi padanya.

Salah satu pemrotes, dr Falla Adinda. Dalam akunnya @falla_adinda ia mengatakan obat tersebut memiliki kandungan estradiol. Yakni obat yang digunakan sebagai hormon replacement therapy atau terapi penggantian hormon.

“Wey.. :/ ngeri banget. Jangan dibeli ya. Bahaya. 1) ga jelas isinya apa 2) nyuntik itu ada caranya, ga bisa asal tusuk,” komentar dokter tersebut. Menurutnya, obat tersebut bisa jadi ada kandungan estradiol.

Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), dr Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, estradiol merupakan salah satu hormon yang terdapat dalam tubuh manusia. Hormon ini mengatur masalah fertilitas atau kesuburan.

Baca Juga:

Momen Ferin Kelojotan Dibakar Hidup-hidup

Hotman Paris Komentari Praperadilan Kasus Video Porno Luna Maya dan Cut Tari

Billy Syahputra Tekuni Bisnis Sapi

Misalnya, mengatur siklus haid, atau biasanya juga disebut sebagai hormon pengatur internal organ intim. Adanya kandungan hormon estradiol dalam obat injeksi di unggahan Awkarin tersebut, dr Irena mengatakan bisa benar dan bisa tidak. Namun ia lebih menyoroti praktek penjualannya.

“Mungkin benar, mungkin tidak. Tapi kalau sampai hormon bisa dijual online gitu.. Satu, mungkin bohong, nggak ada estradiolnya. Kedua, kalaupun ada estradiol, apa iya kita bakal beli di tempat yang nggak jelas. Lalu pemakaian estradiol itu orangnya paham nggak efeknya? Jadi bener apa nggaknya juga susah dibuktikan ya,” tutur dr Irena kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Dalam praktek bedah plastik, tidak pernah menggunakan hormon estradiol, lanjutnya. Bahkan dalam ilmu kedokteran tidak ada obat untuk mengencangkan payudara atau mengencangkan vagina, apalagi penyebaran obat-obatan atau alat kesehatan secara bebas termasuk ilegal.

“Penjualan alat-alat kesehatan tidak lewat fasilitas kesehatan itu illegal. Terus terang barang-barang yang dijualpun bukan barang yang legal ya,” pungkasnya. (*)