Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya. (FOTO: Rayapos/Galuh Ratnatika)

@Rayapos | Jakarta – Fahri Hamzah dikenal sebagai politisi yang vokal mengkritik perintahan Joko Widodo. Menurutnya, kritik tidak boleh dihentikan, termasuk terhadap pemerintahan saat ini.

“Untuk mengkritik presiden itu ada jadwalnya. Jadwal itu yang kita pegang,” ujar Fahri dalam diskusi ‘Evaluasi 20 Tahun Reformasi’ di Hotel Harris Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (20/5/2018).

Dalam hal ini, wakil Ketua DPR itu membahas sistem demokrasi di Indonesia. Demokrasi ia ibaratkan mesin yang jika dikendalikan oleh supir yang tidak memadai kapasitasnya, hal itu yang ia kritik kepada pemerintah.

“Saya orang yang enggak suka Jokowi, maksudnya saya mengkritik Jokowi. (Kritik) itu yang kita lakukan hari-hari,” ujarnya.

Sistem demokrasi itulah, Fahri mengatakan, setiap hari dievaluasi di rapat parlemen. Undang-undang memberikan jadwal yang rutin setiap lima tahun mengganti pemimpin.

Fahri mengaskan, tidak boleh mengganti presiden di tengah jalan, kecuali presiden telah melanggar undang-undang, korupsi, atau berkhianat.

“Lima tahun itulah jadwalnya. Itu sudah berjalan dengan baik, harus dihormati. Karena itu indahnya demokrasi,” ucapnya.

Rakyat menginginkan sistem demokrasi dipertahankan. Pemerintahan harus diawasi “Mekanisme pemerintahan selama 5 tahun kita pertahankan,” ujarnya.

BAGIKAN