Azalia Nadya di makam Ferin Diah Anjani. Foto: Instagram

@Rayapos | Jakarta – Korban pembunuhan sadis, Ferin Diah Anjani (21) gadis periang. “Dia juga pemberani. Aku kalo lagi takut bobo sendiri, bobo sama dia,” tulis Azalia Nadya, teman Ferin, di media sosialnya, Rabu (8/8/2018).

Akun Instagram @azalianadya mengunggah sebuah capture dan foto ketika dia berada di pusara Ferin Anjani. Tampak bunga bertebaran di makam yang masih baru itu.

Azalia adalah teman kos Ferin di Siliwangi Resident, Semarang. Sehari-hari mereka akrab. Kamar kos mereka di satu gedung, hanya beda kamar.

Ferin anak ke empat dari lima bersaudara. Ayahnya Warso ibunya Kiswati, tinggal di Perum PGRI, Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang. Ferin lulusan SMK.

Setelah lulus sekolah Ferin mencari pekerjaan. Wajahnya cantik, posturnya seksi. Maka, dia cepat mendapat pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di aneka pameran.

Antara lain, dia pernah jadi SPG di pameran otomotif. Itu sebabnya, di Instagramnya ada foto dia berpose di mobil-mobil mewah. Namun pekerjaan SPG hanya insidentil.

Ferin kemudian diterima jadi caddy golf di Lapangan Golf Siliwangi Semarang. Itu sebabnya dia indekos di Siliwangi Residence, agar dekat tempat kerja. Di situlah dia berteman dengan Azalia.

Di medsosnya, Azalia menuliskan bahwa Felin Anjani selalu menemaninya bila merasa takut atau bosan di kosan.

“Ak kalo takut bobok di kamar sendirian pasti naiknya ke kamar dya pa bobo sama dya. Yang nemenin aku bobok,” tulisnya.

Tak hanya percakapan saja, ia juga mengunggah foto di pusara Ferin Anjani. Azalia ikut mengantarkan jenazah Ferin ketika dimakamkan Selasa (7/8/2018).

Ferin dibunuh dengan cara sadis oleh Kritiyan Ari Wibowo (30). Kritiyan kini ditahan polisi.

Simak videonya di sini:

Kapolres Blora, AKBP Saptono kepada wartawan mengatakan, pelaku sangat sadis. Korban ferin dibakar hidup-hidup. Bahkan, dalam interogasi intensif polisi, Kritiyan mengakui, penah melakukan hal yang sama pada 2011.

Polisi interogator terkejut atas pengakuan Kritiyan. Sebab, pembunuhan 2011 itu memang belum terungkap. Korbannya wanita cantik yang tewas dibakar di hutan Blora.

AKBP Saptono mengatakan: “Masih ingat kejadian pembunuhan 2011 lalu? Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, ternyata pelakunya sama. Pelaku ini sadis,” katanya.

Korban tewas waktu itu, wanita bercirikan rambut kemerahan. Ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di petak 62-C, KPH Blora, Desa Tinapa, Todanan, Blora, Jawa Tengah.

“Pada pembunuhan dengan cara dibakar yang terjadi di wilayah Todanan 2011 lalu, pelaku KAW ini ingin menguasai harta korban berupa mobil,” kata Saptono.

Baca Juga:

Momen Ferin Kelojotan Dibakar Hidup-hidup

Abdul Somad: Sampai Mati Saya Jadi Ustaz

Perangi Hoaks, WhatsApp Batasi Jumlah Penerima Pesan Terusan

Kritiyan sukses merayu, menyetubuhi, mengambil harta, membunuh, membakar korban wanita pada 2011. Dia tidak tertangkap. Bahkan pembunuhan itu belum terpecahkan, akibat korban benar-benar hangus tidak dikenali.

Setelah dia ‘sukses’ membunuh pada 2011, dia mengulangi lagi. Korbannya Ferin dengan modus yang sama. Kali ini dia tertangkap. Paling tepat dia melanggar pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati. (*)