Fraksi Gerindra Tak Setuju Gagasan DPR RI Untuk Proyek Membangun Perpustakaan Senilai Rp 570 Miliar

@Rayapos | Jakarta:  DPR RI untuk kesekian kalinya mengajukan anggaran masif untuk membiayai proyek yang katanya akan meningkatkan kinerja para anggtoa dewan. Adapun  pengajuan anggaran sebesar Rp 570 miliar, akan digunakan untuk membangun perpustakaan yang nantinya digadang-gadang menjadi perpustakaan terbesar di Asia Tenggara.

Namun rencana membangun fasilitas dengan anggaran ratusan miliar tersebut ditentang keras oleh Fraksi Gerindra, yang menganggap adanya perpustakaan raksasa yang bisa menyimpan 600 ribu buku di kawasan parlemen bukan merupakan urgensi yang harus segera dilakukan. Apalagi dengan keadaan ekonomi nasional dan keuangan negara yang tidak memungkinkan.

“Itu kebutuhan, keperluan tapi jangan sekarang. Negara defisit hampir Rp 30 triliun. DPR jangan ngotot,” kata Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/3).

“Library segede apapun perlu. Itu jadi kebutuhan. Tapi ditahan dulu toh tidak prioritas,” lanjutnya.

Meski menganggap perpustkaan DPR adalah hal positif dan dibutuhkan, ia menegaskan kegiatan membaca untuk memperkaya pengetahuan anggota dewan untuk saat ini bisa dilakukan masing-masing dengan inovasi serta inisiatid individual.

“Belilah di toko buku di sana, pinjam, bisa online,” ucap Sekjen Gerindra ini.

Di samping menolak pembangunan fasilitas perpustakaan, Fraksi Gerindra juga sudah terlebih dahulu mementahkan gagasan untuk membangun ruangan kantor baru bagi para anggota dewan.

“Pembangunan gedung, library, apapun bisa ditunda. Kalau pemerintah mau tunda karena itu (defisit anggaran), sudah benar,” ujar Muzani.

LEAVE A REPLY