Arief Puyuono (Foto : Istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) Arief Poyuono mempertanyakan penyidik Kejaksaan Agung yang hingga kini belum menjerat Betty Halim pemilik PT Millenium Dana Sekuritas terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero).

Patut diduga, Betty Halim terlibat dalam pusaran kasus korupsi pengelolaan dana pensiun Pertamina di PT Sugih Energy Tbk (SUGI).

“Kami menduga ada upaya penggelapan hukum untuk menyelamatkan Betty Halim dari kasus dana pensiun pertamina,” terang dia dalam keterangannya, Kamis (21/12/2017).

Baca juga : Aduh, Sabu Cair dari Diskotek MG Ternyata Dicampur Zat Pembasmi Serangga

Sebelumnya penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung telah menetapkan pengusaha pengusaha Edward Seky Soeryadjaya (ESS) sebagai tersangka, menyusul Helmi Kemal Lubis selaku presiden direktur Dana Pensiun Pertamina yang lebih dulu dijerat kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan penyidik, Edward disangka telah turut serta menikmati keuntungan yang diperoleh dari pembelian saham SUGI yang dilakukan oleh Helmi. Akibat perbuatan itu telah membawa kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

Helmi diduga menggunakan dana pensiun untuk membeli saham SUGI dan ELSA yang tak ‘liquid’. Pembelian tersebut dilakukan dengan menggunakan PT Millenium Dana Sekurutas. Total saham yang dibeli adalah 2.004.843.140 lembar saham tanpa melakukan kajian dan tidak mengikuti prosedur pembelian saham.

“Jangan sampai penyidikan kasus tersebut berhenti pada Helmi Kemal Lubis dan Edward Soerjadjaya semata. Semua pihak harus diusut, termasuk dugaan keterlibatan Betty Halim selaku pemilik dari PT Millenium Dana Sekuritas,” ujar Arief.

Baca juga : BNPB Memprediksi Akan Terjadi 2.000 Bencana Sepanjang Tahun 2018

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan penyidik kejaksaan, pada periode Desember 2014-September 2015, Helmi diduga dengan melawan hukum menginisiasi dan membeli saham SUGI dengan total Rp 2 miliar lembar saham senilai Rp 601 miliar melalui PT Millenium Danatama Sekuritas.

Pada saat itu, kata Arief, dana pensiun Pertamina membeli saham SUGI seharga Rp 260 per lembar. Sementara harga sekarang saham itu hanya bernilai Rp 50 per lembar. “Bayangkan Rp 260 dikali 2 miliar lembar saham, berapa duit. Itu harga sekarang hanya Rp 50. Berapa hitungannya sudah. Padahal saat dibeli itu sama sekali harga sudah hancur,” sambungnya.

Dari selisih jumlah penjualan itu, pihak Edward Soerjadjaya dan Betty Halim diduga turut menikmati keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang melibatkan PT Millenium Dana Sekuritas.