Gadis Jesika (18) tewas dengan kepala pecah, terjatuh dari motor. Diduga akibat penjambretan tas. Foto: Andrew Tito / Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Tewasnya pemotor gadis bernama Jesika (18) di Jalan Danau Sunter Selatan, kini diselidiki polisi. Diduga, Jesika jatuh dari motor, akibat dijembret.

Namun, ada dugaan lain, bahwa penjambretan terjadi setelah Jesika terjatuh dari motornya. Yang jelas, tas berisi dua unit handphone, KTP serta kartu ATM BCA dan Maybank, hilang.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Supriyanto menjelaskan, pihaknya masih menggali informasi dari masyarakat terkait kejadian tersebut. Sedangkan jenazah Jesika sudah dikirim ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Berita Terkait:

Dijambret, Gadis Ini Jatuh dari Motor Kepalanya Pecah, Ini Videonya

Dijelaskan Supriyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018), Jesika naik motor bersama bibinya, Wiwi Lestari Cahyadi (32).

Jesika tewas di tempat kejadian. Sedangkan Wiwi terluka parah. Kini dirawat di RS Mitra Keluarga, Kemayoran Jakarta.

Dijelaskan, kronologis kejadian sebagai berikut:

Sabtu (13/10/2018) pagi Wiwi naik motor Yamaha Mio M3, membonceng keponakannya Jesika.

Mereka berangkat dari arah Kelapa Gading menuju Kemayoran. Melewati Jalan Danau Sunter Selatan. Ketika motor melintas di Jalan Danau Sunter Selatan, waktu menunjukkan pukul 07.50 WIB.

Saat itulah kejadiannya. Kemudian direkam video oleh warga. Simak videonya di sini:

“Kemudian saat di TKP, korban 1 (Wiwi) mendadak merasa motornya miring ke kanan,” kata Kompol Supriyanto.

Dia lanjutkan: “Otomatis, korban 1 Wiwi berusaha menyeimbangkan motornya ke kiri.”

Tapi, akibat bantingan setir ke kiri, membuat motor menabrak trotoar. Seketika itu juga dua orang penumpangnya terlempar ke udara.

Mereka mendarat di jalan aspal. Jesika tewas seketika, sedangkan Wiwi mengalami luka berat.
Menurut Supriyanto, korban Wiwi tidak melihat penjambretnya. Tapi, tas Wiwi hilang. Pastinya yang melihat penjambretan adalah Jesika, karena tas Wiwi cantolkan di pundak Wiwi, persis di hadapan Jesika.

Tas milik Wiwi yang hilang, berisi dua unit handphone, KTP serta kartu ATM BCA dan Maybank.

Baca Juga:

Veronica Tan, 6 Bulan Menjanda Tambah Langsing

KRL Anjlok di Palmerah, Penumpang Dipindah ke Kereta Lain

Diduga, motor miring ke kanan akibat tas Wiwi dijambret. Wiwi saat memberikan keterangan kepada polisi dalam kondisi terluka parah.

Akibat kejadian tersebut Wiwi mengalamu luka patah tulang tangan kiri dan jari-jarinya. Juga kaki kanan patah.

Wiwi segera dilarikan ke RS Mitra Keluarga, Kemayoran.

Untuk korban bernama Jesika meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka sobek dan memar pada bagian wajah dan kepala bagian kiri, serta tangan kiri patah.

Jenazah Jesika kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Perhatikan tangan kanan Jesika patah. Foto: Andrew Tito / Rayapos
Perhatikan tangan kanan Jesika patah. Foto: Andrew Tito / Rayapos

“Sementara ini belum diketahui ada saksi yang melihat kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ijat Supriyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/10/2018).

Namun, ada dugaan bahwa tas Wiwi dijambret setelah korban terjatuh ke aspal. Pada saat mereka terlempar dan jatuh, kemungkinan mereka tidak menyadari penjambretan. Yang jelas, tas mereka raib. (*)

BAGIKAN