Gadis di Rumah Paman, Waktu Mandi Direkam, Diperkosa Ratusan Kali

Ilustrasi

@Rayapos | Makassar – Hati-hati menitipkan anak perempuan. Contohnya, Bunga (16 tahun -nama samaran) dititipkan orang tua ke keluarga HZ (50), paman Bunga. Diperkosa sampai dua tahun.

“Tersangka HZ sudah ditangkap dan ditahan,” kata Kepala UPT P2TP2A Sulawesi Selatan, Meisy Papayungan, Kamis (18/10/2018).

UPT P2TP2A singkatan Unit Pelaksana Teknis, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Lembaga advokasi perempuan dan anak.

Dijelaskan Meisy, polisi menangkap pria paruh baya berinisial HZ (50), di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. HZ pemerkosa Bunga, keponakannya sendiri, gadis remaja yang sedang mekar-mekarnya.

Bunga kini beruisa 16 tahun. Saat awal diperkosa HZ pada 2016, usianya masih 14.

“Tersangka HZ tinggal di Luwu Timur, berhasil ditangkap dan dibawa ke Polda Sulsel, pada hari Minggu lalu,” ujar Meisy.

Perbuatan pelaku ini diketahui telah dilakukannya sebanyak ratusan kali sejak dua tahun yang lalu.
Yaitu saat orang tua korban hendak berangkat bekerja sebagai TKI pada 2016.

Sebelum berangkat, orang tua Bunga menitipkan Bunga ke keluarga pamannya, HZ di Luwu Timur. Sedangkan Bunga, sebelumnya tinggal bersama orang tuanya di Makassar.

Orang tua Bunga tidak curiga pada HZ, sebab masih anggota keluarga sendiri. Juga, saat itu Bunga dinilai masih kecil.

Baca Juga:

Kartu Kredit Orang Amerika dan Jepang Dibobol Remaja Jatim

Ahmad Dhani Tersangka Gegara Ucapan Ini…

Aneh… Nembak 4, Peluru Ditemukan 5 di Gedung DPR

Drama Tegang Astronaut NASA yang Selamat dari Kerusakan Roket

Ternyata, sejak beberapa hari Bunga tinggal di Luwu Timur, langsung diperkosa pamannya. Ini terbongkar setelah orang tua Bunga pulang dari bekerja sebagai TKI.

Ceritanya, guna memuluskan aksinya itu, HZ kerap melakukan berbagai macam ancaman kepada Bunga. Agar bersedia melayani nafsu bejatnya.

“Korban dipaksa berulang kali menuruti keinginan HZ, karena HZ sering mengancam Bunga akan diusir dari rumahnya,” tutur Meisy.

Juga, lanjutnya, HZ punya senjata lain. Ketika Bunga mandi, direkam video. Lantas, rekamannya ditunjukkan ke Bunga.

Rekaman itulah jadi senjata HZ untuk mengancam. “Kalo korban tidak mau berhubungan seks, diancam videonya mandi akan disebarkan ke medsos,” kata Meisy.

Ancaman itu ternyata ampuh. Sangat menakutkan Bunga. Sehingga, setiap saat Bunga melayani nafsu seks HZ. Total selama dua tahun.

Kasus ini terbongkar, setelah orang tua korban pulang dari kerja di luar negeri, beberapa hari lalu. Bunga dijemput, dibawa pulang kembali ke rumahnya di Makassar.

“Waktu orang tua Bunga bertemu HZ. Dia curiga melihat gelagat HZ,” kata Meisy. Tidak dirinci, bagaimana gelagat HZ saat itu.

Atas kecurigaan itu, Bunga dipancing orang tuanya agar cerita. Saat itulah Bunga menangis, menceritakan segalanya selama dua tahun terakhir.

Berdasarkan cerita Bunga, maka Bunga bersama orang tuanya melaporkan HZ ke Mapolda Sulsel pada Minggu (14/10/2018).

“Setelah dilakukan pengumpulan bukti dan saksi, unit PPA Polda Sulsel kemudian bergerak menjemput tersangka di Luwu Timur,” tutur Meisy.

HZ diperiksa intensif di Polda. Dia mengakui semua perbuatannya terhadap HZ.

“Kini HZ sudah berada di tahanan Polda Sulsel. Dan, kami UPT P2TP2A Sulsel, telah melakukan pendampingan di Polda Sulsel,” kata Meisy. (*)

BAGIKAN