Bhavye Suneja, pilot Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) pagi. Foto: Facebook

@Rayapos | Jakarta – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebut gaji pilot Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang awal pekan ini, Rp 3,7 juta per bulan.

Hal itu diketahui berdasarkan upah yang dilaporkan perusahaan Lion Air ke BPJS Ketenagakerjaan.

Sebab, sesuai peraturan, pilot yang tewas akan mendapat santunan dari BPJS sebesar 48 kali gaji. Total Rp 177.600.000

Agus mengatakan, bahwa gaji pilot Lion Air yang mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan itu sedikit lebih besar dibanding gaji pramugari.

Dia menyebut gaji pramugari yang menjadi awak dalam pesawat jatuh itu sebesar Rp 3,6 juta.

“(Gaji) Pilot Rp 3,7 juta, untuk awak kabin atau pramugari itu upah yang dilaporkan sebesar 3,6 juta,” katanya di RS Polri Jakarta seperti ditulis Kamis (1/11/2018).

Sementara, kata Agus, gaji dari co-pilot dari pesawat tersebut sebesar Rp 20 juta per bulan.

“Co-pilotnya Rp 20 juta. Kok lebih besar? ya ini perlu diklarifikasi ke perusahaan,” katanya.

Agus mengaku bingung dengan besaran gaji dari para awak Lion Air tersebut. Dia merasa bahwa besaran gaji Rp 3,7 juta untuk pilot dan Rp 3,6 juta untuk pramugari terlalu kecil.

Namun, kata Agus, besaran angka yang disebutkannya itu merupakan data yang dilaporkan Lion Air ke BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Baca Juga:

Black Box Pesawat JT-610 Ditemukan, Proses Pengangkatan Dimulai

Studi: Berhubungan Seks Bisa Bikin Kurus

Sandiaga Ngaku Nemu Tempe Seperti HP Jadul, Ini Maksudnya

BAGIKAN