Novel Bamukmin saat berorasi. (FOTO: ist)

@Rayapos | Jakarta – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Bamukmin ternyata menjadi Caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB). Mantan Sekjen Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta ini maju dari dapil 8 Jakarta Selatan.

Dapil tersebut melingkupi wilayah Tebet, Pancoran, Pasar Minggu dan Jagakarsa.

Dengan latar belakang aktifis ormas Islam Novel terdaftar sebagai Calon Tetap di KPUD DKI Jakarta dengan nomor urut 2 dari PBB dengan nama Novel Chaidir Hasan.

Baca juga:

Ma’ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu Karena Video, Ini Alasannya

Perkosaan Mahasiswi UGM Diungkap, Setelah Diberitakan Pers Kampus

Kendati begitu, Novel mengaku kebingungan dengan partai PBB yang menjadi kendaraan politiknya. Sebab partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu dianggap belum memiliki sikap terkait Pilpres 2019 mendatang.

Sehingga kata Novel, sejumlah pemilih di dapil 8 enggan mendukungnya lantaran PBB dianggap berpotensi bergabung bersama-sama partai pendukung penista agama untuk memenangkan pasangan capres nomor urut satu yakni Joko Widodo – Maruf Amin.

“Iye Nyaleg tapi PBB lagi kacau, kita gak bisa satu partai dengan (pendukung) penista agama,” kata Novel melalui saluran whatsup kepada Rayapos, Selasa (6/11/2018).

Dikatakan pria yang pernah dipenjara lantaran menolak pelantikan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini, sejumah massa dibawahnya enggan memberikan dukungan jika dirinya maju dari PBB.

screenshot_2018-11-05-23-32-13-01

Terlebih partai berlogo bintang dan bulan sabit itu, dianggap masih belum jelas mendukung siapa dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Karena dibawah gak ada yang mau dukung saya kalo bosnye ga jelas partainya kemana, Pemilih harus jelas siapa capres yang diusung,” kata dia.

Lanjut Novel mengungkapkan, jika partainya masih tidak kondusif atau malah memberikan dukungan kepada capres nomor urut satu dalam Pilpres 2019 dirinya siap mengundurkan diri dari PBB.

“Kalo tidak kondusif ini partai (PBB) saya ngundurin diri,” tandasnya.

Seperti diketahui Partai Bulan Bintang memang belum menentukan arah politiknya dalam Pilpres 2019. PBB yang merupakan partai Islam, juga tidak mengikuti hasil Ijtima Ulama II yang resmi mendukung pasangan nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon pilihannya.

Sementara itu Novel yang memiliki latar belakang aktifis 212, sengaja memunculkan sosok Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam poster kampanye dengan format digital.

Poster dengan logo PBB dan kampanye dirinya itu dilengkapi dengan tagar 2019 Jihat Konstitusional di bawah gambar HRS.

Disitu juga ada kalimat selamatkan ulama, lawan penista agama dan sejahterakan rakyat. Selain itu dalam poster tersebut juga memuat logo Prabowo – Sandiaga Uno yang disebut sebagai capres cawapres pilihan ulama hasil Ijtima Ulama 2 nomor urut 2.

“Pilih PAS, Prabowo Sandi,” begitu kalimat di dalam poster kampanye Novel Bamukmin.

Teranyar, meskipun tidak menyatakan dukungan secara kelembagaan partai, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra akhirnya memilih menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

Ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini, Novel memilih diam. Bahkan hingga berita ini diturunkan dia belum juga menjawab pesan yang dikirimkan Rayapos.

BAGIKAN