Gantikan Afaratu, Lalamafu siap berjuang demi rakyat MTB

@Rayapos.com | Ambon : 8 bulan sudah kekosongan 1 kursi legislatif milik Demokrat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Pasalnya, kekosongan terjadi pasca ditinggal mati Yohanis Afaratu pada bulan Februari 2017 lalu.

Kekosongan kemudian terisi dengan dilantiknya anggota DPRD Kabupaten MTB Pergantian Antar Waktu (PAW) Balthazar Lalamafu, Kamis (26/10).

Mengisi sisa masa jabatan 2014-2019, Lalamafu mengaku siap bekerja untuk kepetingan masyarakat daerah itu.

Hal ini dibenarkan Lalamafu, saat dikonfirmasi wartawan, dari Ambon, Rabu (25/10).

Pelantikannya kemarin, akunya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku nomor 238 tahun 2017.

Dijelaskannya, tahapan panjang selama 6 bulan telah dilaluinya selama berproses hingga dilantik.

Padahal, sesuai aturan hanya dibutuhkan waktu maksimal 3 bulan saja.

Namun dengan pelantikannya, ia pun menyampaikan apresiasi dan ungkapan syukurnya atas penyertaan Tuhan, hingga mampu melewati semua rintangan dimaksud.

Sebelumnya, Lalamafu sendiri menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.

Karenanya, ia menyatakan terus mendorong komunikasi yang baik dari seluruh komponen masyarakat demi terselenggaranya program-program pembangunan di kabupaten berjuluk ”Duan Lolat” itu.

”Saya akan memperjuangkan keluhan dan harapan masyarakat yang selama ini belum terlaksana, serta mendukung visi dan misi besar Bupati dan Wakil Bupati MTB periode 2017- 2022,” ujarnya.

Sebelumnya, Sidang paripurna pelantikan PAW ini dipimpin Wakil Ketua DPRD MTB, Piet Kait Taborat.

Agenda dimaksud dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD, Wakil Bupati MTB Agustinus Utuwaly, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan SKPD serta tamu dan undangan lainnya.

Diakuinya, pelantikan sendiri berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 serta pemenuhan syarat-syarat sebagaimana diatur dalam Tata Tertib, terutama dengan memperhatikan kutipan akta kematian Yohanis Afaratu, maka sidang tersebut sah dan mengikat secara hukum.

Lalamafu juga dititipi pesan agar melaksanakan tugas-tugas legislasi di lembaga DPRD MTB dengan penuh semangat serta takut kepada Tuhan, karena sesuai keyakinan politik bahwa Tuhanlah yang memanggil setiap wakil rakyat untuk bekerja dan bertanggungjawab serta bekerja secara etis untuk menyejahterahkan masyarakat.

”Sumpah dan janji saudara mengandung arti di pundak saudara tergantung tanggungjawab dan tugas yang harus dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

BAGIKAN